Zona Waktu

Zona Waktu di Indonesia: WIB, WIT, dan WITA

Diposting pada

Indonesia memiliki tiga zona waktu, yaitu waktu indonesia barat (WIB), waktu indonesia tengah (WITA), dan waktu indonesia timur (WIT). Artinya, ada tiga pembagian wilayah di Indonesia yang memiliki jam berbeda-beda.

Hal ini memiliki banyak implikasi, mulai dari perbedaan jam beraktivitas, tantangan komunikasi antar zona waktu, hingga permasalahan administrasi dan jam beribadah.

Kalian penasaran kenapa Indonesia bisa terbagi menjadi tiga zona waktu? Yuk kita pelajari bersama-sama.

Mengapa Indonesia Punya Banyak Zona Waktu?

Pembagian waktu di Indonesia

Seperti yang sudah kita ketahui, zona waktu dipengaruhi oleh bujur dimana negara tersebut berada. Semakin ‘panjang’ suatu negara, maka semakin banyak zona waktu dari negara tersebut.

Pada kasus ini, panjang merujuk pada jarak dari bagian paling timur negara tersebut ke bagian paling baratnya ya. Negara yang ‘tinggi’ seperti Chile mungkin tidak memiliki banyak zona waktu, karena semua negaranya berada dalam satu garis bujur yang hampir sama.

Nah, seperti yang kita ketahui, Indonesia merupakan negara yang cukup panjang ya, dari sabang sampai merauke. Letak geografis dari negara Indonesia adalah 95o BT (Bujur Timur) hingga 141o BT (Bujur Timur).

Artinya, Indonesia mencakup 45 derajat bujur, jika kita konversikan kedalam kilometer, maka kita akan mendapatkan bahwa panjang negara Indonesia adalah sekitar 4.995 km. (Asumsi bahwa 1 derajat = 111 km)

Wilayah yang luas ini membuat tiap2 daerah di Indonesia mengalami matahari terbit dan matahari tenggelam yang berbeda-beda. Tentu saja, daerah timur akan mengalami matahari terbit yang lebih cepat dibandingkan dengan daerah barat. Mereka juga akan mengalami matahari terbenam yang lebih cepat.

Oleh karena itu, dibutuhkan pembagian zona waktu agar semua daerah di Indonesia dapat menjalankan kegiatan sesuai dengan waktunya. Jika disamakan, maka bisa saja jam kerja di Papua sampai malam dan jam kerja di Aceh mulai dari pagi buta.

Pembagian zona waktu ini sendiri berlaku sejak 1 Januari 1988, berdasarkan keputusan presiden No. 41 Tahun 1987.

 

Waktu Indonesia Barat (WIB)

Waktu Indonesia bagian barat atau kerap disebut juga sebagai bagian barat waktu Indonesia (BBWI) merupakan zona waktu yang melingkupi bagian paling barat negara Indonesia.

Zona WIB meliputi seluruh daerah Sumatera, pulau Jawa, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Berikut ini adalah daftar lengkap seluruh provinsi yang termasuk kedalam zona waktu indonesia barat.

  1. Provinsi Nangroe Aceh Darussalam
  2. Provinsi Sumatera Utara
  3. Provinsi Sumatera Barat
  4. Provinsi Riau
  5. Provinsi Kepulauan Riau (Kepri)
  6. Provinsi Jambi
  7. Provinsi Sumatera Selatan
  8. Provinsi Lampung
  9. Provinsi Bangka Belitung
  10. Provinsi Bengkulu
  11. Provinsi DKI Jakarta
  12. Provinsi Jawa Barat
  13. Provinsi Banten
  14. Provinsi Jawa Tengah
  15. Provinsi DI Yogyakarta
  16. Provinsi Jawa Timur
  17. Provinsi Kalimantan Barat
  18. Provinsi Kalimantan Tengah

Waktu Indonesia bagian Barat termasuk kedalam zona UTC + 7. Artinya, zona waktu ini lebih cepat 7 jam dari zona waktu UTC + 0 (atau GMT + 0) pada observatorium Greenwich yang berada di Inggris.

Artinya, saat jam 07:00 pagi di Greenwich, maka jam di Jakarta (WIB) akan menunjukkan pukul 14:00 siang.

 

Waktu Indonesia Tengah (WITA)

Waktu Indonesia Tengah merupakan salah satu dari tiga zona waktu yang ada di Indonesia. Zona waktu ini mencakup bagian tengah wilayah Indonesia.

Zona WITA meliputi pulau Sulawesi, Bali, Kalimantan bagian Utara, Timur, dan Selatan, serta wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Secara lebih detail, provinsi-provinsi yang menggunakan zona waktu WITA antara lain adalah

  1. Provinsi Kalimantan Utara
  2. Provinsi Kalimantan Timur
  3. Provinsi Kalimantan Selatan
  4. Provinsi Bali
  5. Provinsi Nusa Tenggara Barat
  6. Provinsi Nusa Tenggara Timur
  7. Provinsi Sulawesi Barat
  8. Provinsi Sulawesi Tengah
  9. Provinsi Sulawesi Selatan
  10. Provinsi Sulawesi Tenggara
  11. Provinsi Sulawesi Utara
  12. Provinsi Gorontalo

Zona waktu ini memiliki ekivalensi UTC/GMT + 8, artinya, daerah-daerah yang menggunakan WITA lebih cepat 8 jam dibandingkan dengan zona GMT + 0 di Greenwich, Inggris.

Artinya, saat waktu di pantai Seminyak, Bali atau Banjarmasin menunjukkan waktu jam 10:00 pagi, maka di Greenwich, waktu menunjukkan pukul 02:00 pagi.

Zona ini memiliki perbedaan waktu lebih cepat satu jam dibandingkan dengan Waktu Indonesia Barat (WIB) dan lebih lambat satu jam dibandingkan dengan Waktu Indonesia Timur (WIT).

 

Waktu Indonesia Timur (WIT)

Waktu Indonesia Timur merupakan zona waktu yang mencakup daerah-daerah paling timur yang ada di Indonesia. Daerah yang menggunakan WIT antara lain adalah Papua dan kepulauan Maluku.

Berikut adalah provinsi-provinsi yang menggunakan Waktu Indonesia Timur sebagai waktu lokal mereka.

  1. Provinsi Maluku
  2. Provinsi Maluku Utara
  3. Provinsi Papua
  4. Provinsi Papua Barat

Zona WIT setara dengan zona waktu UTC/GMT + 9, sehingga zona waktu ini lebih cepat 9 jam dibandingkan dengan observatorium Greenwich di Inggris.

Artinya, ketika di Manokwari menunjukkan waktu 16:00 sore, maka di Greenwich, Inggris jam akan menunjukkan pukul 07:00 pagi.

Zona ini memiliki perbedaan waktu dua jam dengan zona Waktu Indonesia Barat (WIB) dan perbedaan satu jam dengan zona Waktu Indonesia Tengah (WITA).

 

Dampak Dari adanya Zona Waktu di Indonesia

Nah, kita tadi udah belajar mengenai zona-zona waktu yang ada di Indonesia. Namun, sebenernya apa sih dampak dari adanya zona waktu tersebut terhadap kehidupan kita sehari-hari?

Perbedaan Waktu Ketika Berpergian

Salah satu dampak terbesar dari adanya zona-zona waktu ini adalah terjadinya perbedaan waktu ketika kita berpergian jauh teman-teman. Bisa jadi, waktu setempat di daerah tujuan kita lebih lambat dibandingkan dengan waktu setempat di daerah keberangkatan kita.

Jika perbedaan waktu ini lebih besar dibandingkan dengan jam terbang kita, maka bisa saja kita justru mendarat sebelum kita berangkat. Aneh kan!

Bayangkan seperti ini teman-teman, kita berangkat dari Manokwari menuju Aceh. Pesawat yang kita gunakan adalah pesawat supersonik, misalnya sebuah jet tempur, sehingga kita sampai di Aceh hanya dalam waktu 1,5 jam.

Kita berangkat dari Manokwari jam 09:00 WIT dan sampai di Aceh jam 10:30 WIT. Nah, karena Aceh menggunakan zona waktu WIB, maka kita harus konversi dahulu WIT ke WIB.

Karena perbedaan zona waktunya adalah lebih lambat 2 jam, maka kita kurangi dua jam dari waktu setempat WIT. Hasilnya adalah, kita akan sampai di Aceh pukul 08:30 WIB, lebih cepat dari jam keberangkatan kita, yaitu 09:00 (dalam WIT).

 

Perbedaan Waktu Usaha

Jika kasus diatas berhubungan dengan kita yang berpindah, sekarang kita tidak bergerak sama sekali teman-teman, namun, perbedaan zona waktu tetap berpengaruh.

Bayangkan kamu sedang ada di Tembagapura, mengelola tambang yang ada disekitar Grasberg. Nah, kamu ingin menghubungi kantor pusat kamu yang ada di Jakarta. Saat ini waktu menunjukkan jam 09:00 WIT, artinya, sudah jam kerja dong, jadi kamu menelfon bos kamu di Jakarta.

Eits, ternyata, bos kamu malah marah-marah, kenapa kira-kira? Ternyata, kamu menelfon dia saat baru bangun tidur, kok bisa? Kan sudah siang, jam 9, sudah masuk jam kerja dong.

Ya, kamu lupa bahwa kalian berada di 2 zona waktu yang berbeda. Kamu berada di WIT sedangkan bos kamu berada di WIB, terdapat perbedaan 2 jam disini. Artinya, kalau kamu menelfon jam 09:00 pagi WIT, maka bos kamu menerima telfon itu pada jam 07:00 pagi WIB, jauh sebelum jam kerja.

Iqbal Hakim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *