Struktur bumi terdiri dari lapisan yang berbeda-beda dan memiliki fungsi yang berbeda pula. Struktur ini terdiri dari lapisan luar berupa kerak bumi silikat padat, diikuti oleh lapisan astenosfer kental, mantel yang agak kental, inti luar yang cair, dan inti dalam yang padat.

Pengetahuan mengenai struktur bumi didapatkan dari observasi topografi, batimetri, batuan ekstrusif, dan juga gelombang seismik yang melewati interior bumi. Dari observasi ini, didapatkan bahwa bumi terdiri dari berbagai lapisan baik padat maupun cair, dengan tingkat kekentalan yang berbeda-beda.

Struktur

Gambar Struktur Bumi

Struktur bumi dapat didefinisikan melalui dua sudut pandang yaitu dari sifat mekanis atau sifat kimiawi. Secara mekanis, bumi dapat dibagi menjadi litosfer, astenosfer, mantel, inti luar, dan inti dalam. Secara kimiawi, bumi dapat dibagi menjadi kerak, mantel atas, mantel dalam, inti luar, dan inti dalam.

Kepadatan Lapisan Bumi

Gambar disamping merupakan grafik yang menunjukkan perubahan berat jenis dari lapisan bumi seiring dengan bertambahnya kedalaman.

Dapat dilihat bahwa semakin dalam suatu lapisan, semakin besar pula berat jenis lapisan tersebut. Hal ini dipengaruhi oleh tekanan yang lebih besar pada lokasi tersebut. Ketika tekanannya besar, maka lapisan akan cenderung terkompaksi, sehingga memiliki berat jenis yang lebih tinggi.

Tekanan yang tinggi menjadi salah satu alasan mengapa inti bumi bagian dalam bersifat padat.

File:Slice earth.svg

Gambar disamping merupakan ilustrasi potongan samping dari lapisan-lapisan yang ada di muka bumi. Lapisan-lapisan tersebut adalah

  1. Kerak Benua
  2. Kerak Samudra
  3. Mantel Atas
  4. Mantel Bawah
  5. Inti Luar
  6. Inti Dalam

A. Diskontinuitas Mohorovicic

B. Diskontinuitas Gutenberg

C. Diskontinuitas Lehman-Bullen

Litosfer

Lapisan ini merupakan zona yang termasuk kerak dan juga mantel bagian atas yang membeku dan bersifat elastis. Lapisan ini merupakan lapisan dimana manusia tinggal, beraktivitas, serta menghembuskan nafasnya.

Terdapat dua jenis kerak yaitu benua dan samudra, kerak benua lebih ringan dan terdiri dari silica-alumunium sedangkan kerak samudera lebih berat dan terdiri dari silica-magnesium.

Kerak samudera memiliki umur yang jauh lebih muda (200 juta tahun) dibandingkan dengan kerak benua (1500 juta tahun), selain itu kerak samudra juga memiliki ketebalan yang lebih tipis (6-10 km) dibandingkan kerak benua (35-40 km).

 Kerak BenuaKerak Samudra
Ketebalan30-40 km, mencapai 60-70 km di bawah pegununganUmumnya 6-10 km
Umur BatuanTua, diatas 1500 juta tahunMuda, Dibawah 200 juta tahun
Massa JenisRingan, Rata-rata 2.6Berat, Rata rata 3.0
Sifat BatuanWarna Cerah, Silika-Aluminium, Batuan GranitWarna Gelap, Silika-Magnesium, Batuan Basalt

Pada lapisan ini terdapat diskontinuitas mohorovicic yang merupakan zona transisi kecepatan gelombang seismik, dan juga merupakan transisi antara litosfer dan mantel.

Zona transisi ini dihipotesakan terbentuk karena adanya transisi antara batu yang mengandung plagioklas di bagian atas transisi dan batu yang tidak mengandung plagioklas di bagian bawah.

Mantel

Lapisan ini terdiri dari mantel luar dan mantel dalam. Astenosfer merupakan bagian dari mantel luar yang bersifat plastis dan merupakan tempat dimana litosfer bergerak, zona perbatasan antara mantel luar dan litosfer disebut Mohorovicic discontinuity. Lalu ada zona transisi, dan juga mantel dalam.

Mantel memiliki ketebalan terdiri dari batuan silikat yang kaya akan besi dan magnesium. Hal ini menyebabkan magma yang berasal dari mantel bersifat basaltik. Contoh dari magma mantel yang keluar di permukaan bumi adalah hotspot di Hawaii. Oleh karena itu, gunung api yang berada di laut umumnya memiliki magma basaltis.

Pada mantel ini terdapat arus konveksi yang menjadi salah satu penyebab dari bergeraknya lapisan litosfer. Arus konveksi ini disebabkan oleh panas yang diciptakan oleh peluruhan radioaktif pada inti bumi dan panas yang tersisa dari pembentukan bumi.

Zona gutenberg merupakan zona yang membatasi antara inti bumi bagian luar dengan mantel bagian dalam. Zona ini terdapat pada kedalaman 2981 km di bawah permukaan bumi. Pada zona ini, terdapat perubahan kecepatan gelombang seismik. Perubahan ini disebabkan oleh perbedaan komposisi batuan mantel yang lebih padat dengan batuan inti luar yang lebih cair.

Inti

Lapisan ini terdiri dari inti luar dan inti dalam. Inti bumi umumnya terdiri dari unsur Ni-Fe yaitu nikel dan besi sehingga memiliki kepadatan yang sangat tinggi (9.9 – 12.8 g/cm3).

Selain itu, suhu di inti bumi juga sangat panas, suhunya dapat mencapai 10,800 F, panas ini disebabkan oleh aktivitas peluruhan radioaktif dan terdapatnya sisa panas pembentukan bumi.

Inti dalam bumi bersifat padat sedangkan inti luar bumi bersifat cair. Perbedaan sifat inti ini disebabkan oleh tekanan yang sangat tinggi pada inti dalam dibandingkan inti luar. Tekanan yang tinggi ini disebabkan oleh berat seluruh lapisan bumi diatasnya yang terkonsentrasi menekan inti dalam dari segala arah.

Referensi

Structure of the Earth

Waugh, David (2014). Geography an Integrated Approach, Fourth Edition. Oxford University Press.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *