Sungai Yarlung Tsangpo

Pola Aliran Sungai: Penjelasan dan Contohnya

Diposting pada

Sungai adalah aliran air di permukaan bumi yang berbentuk memanjang dari hulu ke hilir. Sesuai dengan hukum alam, sungai selalu mengalir dari daerah yang tinggi ke daerah yang lebih rendah. Namun, sungai tidak selalu lurus, ada pola-pola aliran tertentu yang ada pada sungai-sungai.

Nah, pola aliran yang berbeda-beda ini tentu saja disebabkan oleh interaksi dengan lingkungan sekitarnya yang berbeda-beda pula. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui dimana dan bagaimana tiap pola aliran tersebut terbentuk.Berikut ini adalah beberapa pola aliran sungai yang kerap kita temui

Pola Aliran Sungai Paralel

Pola Aliran Sungai Parallel

Karakteristik dari pola aliran paralel adalah sungainya yang cenderung lurus-lurus memanjang dan anak sungai yang bergabung dengan sungai utama pada sudut lancip. Selain itu, umumnya sungai paralel juga memiliki sedikit anak sungai dan sungai utama yang lebih besar.

Umumnya, pola aliran sungai paralel terbentuk di daerah yang memiliki kemiringan tinggi, kemiringan yang tinggi ini menyebabkan air langsung mengalir kepada daerah yang lebih rendah tanpa berbelok-belok terlebih dahulu.

Kita sering melihat pola aliran sungai ini pada daerah disekitar pantai yang masih muda atau pantai dengan kelerengan yang cukup curam. Selain itu, kita juga dapat melihat pola aliran paralel pada daerah dengan kelurusan-kelurusan atau patahan tektonik.

 

Pola Aliran Sungai Dendiritk

Pola Aliran Sungai Dendritik

Jika kita melihat gambar diatas, maka pola aliran sungai dendritik akan tampak menyerupai dedaunan bukan? Banyak sungai-sungai tributaries kecil yang akhirnya menyatu menjadi satu sungai utama. Pola aliran dendritik merupakan pola aliran sungai yang paling umum ditemui di seluruh dunia.

Pola aliran ini umumnya terbentuk ketika sungai-sungai mengalir mengikuti kemiringan suatu lereng. Umumnya, sungai dendritik terbentuk di lembah berbentuk V dengan karateristik batuan yang impermeable (tidak dapat ditembus air) dan non-porous (tidak ber-rongga).

Pola aliran sungai dendritik juga sangat dipengaruhi oleh karakteristik batuan di wilayah tersebut. Jika batuan yang ada tergolong batuan yang resisten dan sulit ter-erosi, maka jarak antar anak sungai akan cenderung renggang. Sedangkan, jika batuan mudah ter-erosi, maka jarak antar anak sungai akan cenderung rapat.

 

Pola Aliran Sungai Radial

Pola Aliran Sungai Radial

Pada pola aliran sungai radial, air mengalir keluar dari sebuah titik sentral yang umumnya berada pada ketinggian yang lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah sekitarnya. Umumnya, pola aliran sungai radial muncul pada perbukitan, pegunungan, dan gunung api.

Sungai jenis ini dapat kita temui pada bentang alam vulkanik berupa domes atau laccolith. Pada kedua bentang alam tersebut, umumnya sungai yang terbentuk memiliki sifat-sifat aliran seperti radial.

Contoh sungai dengan pola radial adalah sungai-sungai yang terbentuk pada pegunungan Amarkantak di India dan daerah Dogu’a Tembien di Ethiopia.

Mungkin kalian bertanya-tanya, kenapa aliran sungai ini mengalir dari sebuah titik sentral di dataran tinggi? Alasannya bisa banyak, tetapi umumnya ada 2 alasan untuk hal ini. Yang pertama, karena terdapat mata air di lokasi tersebut, sehingga air mengalir keluar. Yang kedua, karena terjadi pengumpulan air hujan pada lokasi tersebut, seperti kodratnya, air akan mengalir ke tempat yang lebih rendah, yaitu daerah sekitarnya.

Nah, kalian mungkin bertanya juga, jika ada pola sungai yang sama tetapi dia mengalir dari daerah sekitarnya ke daerah yang lebih rendah, apakah masih tetap dianggap radial? Nah, untuk menjawab pertanyaan ini, sebenarnya pola aliran sungai radial ini memiliki nama lengkap radial sentrifugal, ada juga temannya bernama radial sentripetal yang akan kita bahas dibawah.

 

Pola Aliran Sungai Sentripetal

Pola Aliran Sungai Sentripetal

Pola aliran sungai sentripetal atau radial sentripetal secara umum memiliki karakteristik yang sama dengan pola aliran radial sentrifugal diatas. Namun, yang membedakannya adalah aliran sungai disini berasal dari daerah-daerah disekitar satu titik rendah. Lalu, sungai-sungai tersebut akan bermuara pada titik rendah sentral yang ada pada lokasi itu.

Umumnya, pola aliran sungai sentripetal muncul pada daerah-daerah yang berupa depression atau cekungan yang lebih rendah dari daerah sekitarnya. Contohnya adalah pada suatu danau, cekungan alami yang disebabkan oleh exfoliasi atau erosi dari kubah sinklin, atau pada sinkhole daerah karst.

Sungai-sungai radial sentripetal umumnya terbentuk di daerah barat dan barat laut Amerika Serikat.

Seiring dengan berjalannya waktu, sungai dengan pola aliran radial sentripetal dapat bertransformasi menjadi sungai annular. Sungai annular adalah sungai radial sentripetal yang memiliki sungai obsekuen.

 

Pola Aliran Sungai Rektangular

Pola Aliran Sungai Rektangular

Pola aliran sungai rektangular terbentuk pada daerah-daerah yang terdiri dari batuan-batuan yang cenderung memiliki resistensi terhadap erosi yang sama namun memiliki rekahan pada sudut 90 derajat.

Rekahan-rekahan ini umumnya memiliki resistensi yang lebih rendah terhadap erosi dibandingkan dengan batuan induknya. Oleh karena itu, air yang mengalir akan lebih mudah mengikis rekahan-rekahan ini. Seiring dengan berjalannya waktu, rekahan tersebut akan berubah menjadi aliran sungai ketika sudah cukup dalam dan cukup banyak air yang melewatinya.

Umumnya, sungai ini terbentuk pada daerah-daerah yang terdiri dari jenis batuan beku. Hal ini terjadi karena batuan beku memiliki karakteristik rekahan yang mengkotak-kotak dan cenderung tegak lurus terhadap rekahan lainnya, atau 90 derajat.

 

Pola Aliran Sungai Trellis

Pola Aliran Sungai Trellis

Jika kalian melihat pola yang dibentuk oleh aliran sungai trellis, maka kalian akan menemukan kesamaan dengan teralis atau pagar di taman-taman rumah Inggris pada umumnya. Pada aliran sungai ini, terdapat sebuah sungai utama yang mengalir lurus dan disuplai oleh anak sungai yang mengalir dari samping-samping sungai utama.

Pada aliran trellis, sungai utama berada pada dataran rendah sedangkan sungai-sungai anak tersebut mengalir dari daerah yang lebih tinggi, biasanya dari lereng-lereng barisan pegunungan. Anak sungai tersebut masuk kedalam sungai utama dengan sudut yang menyiku, umumnya sekitar 90 derajat.

Pola aliran sungai seperti ini umumnya terbentuk pada daerah yang memiliki formasi batuan lunak yang saling parallel dengan batuan lunak lainnya. Pada kasus ini, lunak memiliki arti resistensi kepada erosi dan gerakan deformasi lainnya yang relatif rendah ya teman-teman. Aslinya, batunya tetap keras kok kalau kalian pukul.

Pola aliran sungai ini juga identik dengan daerah pegunungan lipatan seperti pegunungan Appalachian di Amerika Utara. Pada pegunungan lipatan, sungai utama akan berada di bawah lembah yang terlipat sedangkan sungai anaknya akan berasal dari lereng-lereng pegunungan lipat tersebut.

 

Pola Aliran Sungai Annular

Pola aliran sungai Annular

Mirip dengan pola aliran sungai radial, sungai yang memiliki pola aliran annular mengalir melingkari sabuk batu yang lunak. Pola aliran ini akan menyerupai cincin-cincin yang melingkari sebuah bentang alam berbentuk kubah.

Berbeda dengan radial yang mana air langsung mengarah keluar dari hulunya di daerah yang tinggi. Pada sungai annular, aliran sungai melingkar terlebih dahulu membentuk pola seperti cincin-cincin.

Pola aliran annular dapat kita temukan pada sungai-sungai yang mengalir melalui kubah struktural ataupun depresi tektonik berupa basin yang telah mengalami erosi. Erosi ini menyebabkan kelemahan-kelemahan pada lapisan batuan sehingga muncul rekahan yang nantinya akan dilalui oleh aliran air.

 

Pola Aliran Sungai Pinnate

Pola aliran sungai pinnate

Pola aliran sungai pinnate memiliki bentuk yang cukup mirip dengan bulu hewan. Terdapat sungai utama yang relatif lurus dengan banyak sungai-sungai cabang yang masuk kedalam sungai utama sepanjang hulu ke hilirnya. Umumnya, sungai-sungai cabang ini masuk dengan sudut yang cukup tajam.

 

Pola Aliran Sungai Angular

Pola aliran sungai angular

Pola aliran sungai angular pada dasarnya cukup mirip dengan sungai rektangular. Namun, rekahan-rekahan yang ada pada bentang alam dimana sungai angular mengalir umumnya memiliki sudut yang lebih lancip dari 90 derajat. Oleh karena itu, akan muncul aliran-aliran sungai yang berkelok cukup tajam.

 

Pola Aliran Sungai Deranged

Pola Aliran Sungai Deranged

Sungai yang memiliki pola aliran deranged cukup unik karena tidak terdapat pola teratur dari sungai dan danau yang ada pada wilayah tersebut. Pola aliran ini umumnya terjadi pada wilayah yang telah terdisrupsi secara geologis dalam skala yang cukup besar.

Contoh paling baik dari pola aliran ini adalah di daerah Canadian Shield dimana hampir tidak ada tanah disitu, hanya ada batuan. Mencairnya gletser di daerah ini menyebabkan erosi terhadap batuan, sehingga muncul topografi yang tidak beraturan.

Ketidakberaturan lahan ini menyebabkan terbentuknya banyak danau-danau kecil dan aliran-aliran sungai kecil antar danau tersebut. Namun, karena usia bentang alam dan sungai-sungai disini masih relatif muda, kita belum dapat memprediksi kedepannya apakah tetap akan seperti ini, atau berubah menjadi lebih stabil.

 

Referensi

Mejía, Alfonso I., and Jeffrey D. Niemann. “Identification and Characterization of Dendritic, Parallel, Pinnate, Rectangular, and Trellis Networks Based on Deviations from Planform Self-Similarity.” Journal of Geophysical Research, vol. 113, no. F2, 2008, doi:10.1029/2007jf000781.

Lambert, David (1998). The Field Guide to Geology. Checkmark Books. pp. 130–131. ISBN 0-8160-3823-6.

Waugh, David. Geography: an Integrated Approach. Nelson Thornes, 2009.

Islam, Kamrul. Types of Drainage Pattern Presentation. Shah Jahal University of Science and Technology

Iqbal Hakim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *