Pegunungan Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania

Diposting pada

Bumi kita memiliki 2 baris pegunungan utama yang membentuk barisan pegunungan-pegunungan besar. Kedua barisan pegunungan tersebut adalah sirkum pasifik yang mencakup wilayah Asia-Pasifik dan sirkum mediterania yang mencakup wilayah Asia-Eropa.

Pegunungn Sirkum Pasifik

Pegunungan Sirkum Pasifik atau lebih dikenal sebagai pacific ring of fire adalah sebuah barisan pegunungan yang sangat aktif secara tektonis maupun vulkanis
Pegunungan Sirkum Pasifik atau lebih dikenal sebagai pacific ring of fire adalah sebuah barisan pegunungan yang sangat aktif secara tektonis maupun vulkanis

Pegunungan sirkum pasifik adalah barisan pegunungan yang ada di benua Amerika dan Asia. Barisan pegunungan ini terbentang dari pegunungan Andes di Amerika Selatan, melewati barisan pegunungan Central American Volcanic Arc di Amerika Tengah, hingga ke pegunungan Sierra Madre di Meksiko, dan Rocky di Amerika Utara.

Setelah melewati pegunungan Rocky, barisan sirkum pasifik kemudian melewati kepulauan Aleut dan memasuki kepulauan Jepang. Seperti yang kita ketahui, Jepang merupakan negara yang berbukit-bukit dan bergunung-gunung. Daerah ini memiliki banyak sekali gunung dan gunung api, serta aktivitas tektonik lempeng yang sangat aktif.

Setelah melewati Jepang, pegunungan sirkum pasifik juga melewati Filipina yang lagi-lagi merupakan negara bergunung dengan salah satu gunung api besar asia Pinatubo. Setelah melewati Filipina, sirkum pasifik masuk ke wilayah Indonesia yaitu Sulawesi, Maluku, pulau Halmahera, Papua, dan Selandia Baru. Sirkum pasifik pada akhirnya berakhir di kutub Selatan.

Berikut ini adalah rute pegunungan sirkum pasifik secara ringkas

Pegunungan Andes – Central American Volcanic Arc mesoamerika – Sierra Madre – Pegunungan Rocky – Kepulauan Aleut – Jepang – Filipina – Sulawesi – Papua – Selandia BaruAntarktika

Nah, sebenarnya, jika kita lihat pada ilustrasi pacific ring of fire atau sirkum pasifik diatas, terdapat busur lain yang menjadi bagian dari sirkum pasifik. Busur tersebut bergerak dari Filipina ke Sumatera dan bergabung dengan sirkum mediterania hingga akhirnya bertemu lagi di Papua.

Namun, secara umum, pegunungan di Sumatera dan Jawa dianggap masuk kedalam sirkum mediterania karena dipengaruhi oleh pergerakan lempeng Indo Australia dan Eurasia, bukan lempeng Pasifik dan Indo-Australia.

Pegunungan sirkum pasifik identik dengan wilayah-wilayah yang memiliki aktivitas tektonik dan fenomena gempa bumi serta letusan gunung api yang tinggi.

 

Proses Terbentuknya Sirkum Pasifik

EarthWord–Subduction
Fenomena subduksi melibatkan lempeng samudera yang menujam kebawah lempeng benua (USGS)

Sirkum pasifik terbentuk karena adanya tektonik lempeng yang menyebabkan terjadinya pergerakan lempeng. Pegunungan di sirkum pasifik terbentuk karena aksi subduksi lempeng, dimana lempeng samudra menujam dibawah lempeng benua.

Subduksi terjadi ketika terjadi tabrakan antara lempeng samudra dan lempeng benua. lempeng samudra yang memiliki berat jenis lebih tinggi dari lempeng benua akan cenderung menghujam kebawah lempeng benua.

Lempeng benua yang terangkat ini kemudian akan mengalami pelipatan, membentuk gunung dan bukit. Sedangkan, lempeng samudra yang ada dibawah cenderung akan meleleh, menjadi magma di kerak bumi bagian dalam atau mantel atas.

Fenomena diatas menyebabkan terbentuknya pegunungan lipatan, subduksi juga kerap menyebabkan vulkanisme dan aktivitas tektonis lainnya seperti gempa bumi. Oleh karena itu, sirkum pasifik juga dikenal sebagai pacific ring of fire. Sebuah daerah dengan aktivitas vulkanik dan tektonik yang sangat tinggi.

Pada kasus sirkum pasifik, lempeng yang menyebabkan terjadinya lipatan dan vulkanisme adalah lempeng Nazca, lempeng Pasifik, dan lempeng Indo-Australia. Pada kasus sirkum pasifik, lempeng Eurasia tidak memegang peranan yang besar dalam membentuk barisan-barisan pegunungan yang ada.

 

Gunung-gunung yang termasuk kedalam Sirkum Pasifik

Pegunungan Jayawijaya di Indonesia merupakan salah satu dari pegunungan yang ada pada Sirkum Pasifik
Pegunungan Jayawijaya di Indonesia merupakan salah satu dari pegunungan yang ada pada Sirkum Pasifik

Berikut ini adalah beberapa gunung-gunung yang termasuk kedalam pegunungan sirkum pasifik

  • Gunung Fuji (Jepang)
  • Gunung Erebus (Antarktika)
  • Gunung Andes (Peru)
  • Gunung Pinatubo (Filipina)
  • Gunung Ojos del Salado
  • Gunung Lokon
  • Gunung Ruapehu
  • Gunung St.Helens
  • Pegunungan Sierra Madre (Mexico)
  • Pegunungan Central American Volcanic Arc (Nicaragua, Costa Rica, dan negara amerika tengah lainnya)
  • Pegunungan Rantemario (Indonesia)
  • Pegunungan Jayawijaya (Indonesia)
 

Pegunungan Sirkum Mediterania

Sirkum mediterania atau kerap disebut sebagai alpide himalayan belt merupakan barisan pegunungan yang membentang dari Eropa-Afrika Utara hingga Asia Tenggara
Sirkum mediterania atau kerap disebut sebagai alpide himalayan belt merupakan barisan pegunungan yang membentang dari Eropa-Afrika Utara hingga Asia Tenggara

Pegunungan sirkum mediterania adalah barisan pegunungan yang ada di Eropa, Timur Tengah, Asia, dan Afrika Utara. Pegunungan yang kerap disebut sebagai Alpide-Himalaya belt ini merupakan pegunungan muda pula, sama seperti sirkum pasifik.

Pegunungan ini membentang dari pegunungan Cantabria di Spanyol, menuju Alps di utara Italia, Dinaric Alps di semenanjung Balkan, hingga pegunungan Crimea di Krimea. Seluruh pegunungan ini berada di benua Eropa.

Barisan pegunungan ini berlanjut ke Timur Tengah atau Asia Kecil dengan pegunungan Caucasus di perbatasan antara Eropa dan Asia, Taurus dan Zagros di Turki, Hindu Kush di Afghanistan, Kun Lun serta Himalaya di India dan China, hingga pegunungan Titiwangsa di semenanjung Malaya dan Bukit Barisan di Indonesia.

Pegunungan sirkum mediterania juga mencakup kawasan Afrika Utara, yaitu di pegunungan Atlas dan Rif.

Berikut ini adalah rute pegunungan Sirkum mediterania secara ringkas

Cantabria – Alps – Dinaric Alps – Tauros – Zagros – Hindu Kush – Himalaya – Titiwangsa – Bukit Barisan – Pegunungan di Jawa (Jalur Eropa-Asia)

Rif – Atlas – Dinaric Alps (Jalur Afrika Utara -Eropa)

Secara umum, pegunungan sirkum mediterania tidak memiliki karakteristik vulkanisme dan tektonisme tinggi seperti sirkum pasifik. Namun, tetap saja zona sirkum mediterania merupakan zona dengan tingkat tektonisme tertinggi kedua di dunia, setelah sirkum pasifik.

 

Proses Terbentuknya Sirkum Mediterania

llustrasi fenomena kolisi antara lempeng Indo Australia dan Eurasia yang menyebabkan terbentuknya pegunungan Himalaya
llustrasi fenomena kolisi antara lempeng Indo Australia dan Eurasia yang menyebabkan terbentuknya pegunungan Himalaya (USGS)

Secara umum, sama dengan pegunungan yang ada di sirkum pasifik, pegunungan yang terdapat di sirkum mediterania juga disebabkan oleh tabrakan antar lempeng. Namun, di sirkum mediterania, tabrakan umumnya terjadi antar lempeng benua, sehingga terjadi kolisi bukan subduksi.

Hal ini menyebabkan gunung-gunung yang terbentuk di sirkum mediterania umumnya berupa gunung biasa, bukan gunung api. Selain itu, karena tidak terjadi subduksi, aktivitas vulkanik dan tektonik yang ada di daerah ini juga jauh lebih rendah dibandingkan dengan sirkum pasifik.

Secara umum, kolisi adalah kondisi ketika tidak ada lempeng yang menghujam dibawah lempeng lainnya. Sehingga, hasil tabrakannya adalah melesak ke atas, dan keduanya melipat ke atas. Karena tidak ada yang menghujam kebawah, maka tidak ada lempeng yang meleleh, sehingga tidak terbentuk magma.

Contoh paling baik dari pegunungan yang disebabkan oleh kolisi ini adalah pegunungan Himalaya. Gunung ini disebabkan oleh lempeng Indo Australia (india) yang menabrak lempeng Eurasia (China/Tibet). Masing-masing merupakan lempeng benua, sehingga tidak terjadi subduksi melainkan kolisi.

 

Gunung-gunung yang termasuk kedalam Sirkum Mediterania

Gunung Everest di pegunungan Himalaya merupakan gunung tertinggi di dunia dan merupakan bagian dari pegunungan sirkum mediterania
Gunung Everest di pegunungan Himalaya merupakan gunung tertinggi di dunia dan merupakan bagian dari pegunungan sirkum mediterania

Berikut ini adalah gunung-gunung yang termasuk kedalam pegunungan sirkum mediterania

  • Everest (Tibet)
  • Pegunungan Atlas (Afrika Utara)
  • Pegunungan Pyrennes (Prancis, Spanyol)
  • Pegunungan Alps (Eropa)
  • Mont Blanc (Swiss, Prancis, Italia)
  • Pegunungan Tauros (Turki)
  • Pegunungan Zagros (Turki)
  • Pegunungan Hindu Kush
  • Pegunungan Titiwangsa (Semenanjung Malaya)
  • Gunung Etna (Italia)
  • Gunung Tambora (Indonesia)
  • Gunung Kelimutu (Indonesia)
  • Gunung Krakatau (Indonesia)
  • Gunung Merapi (Indonesia)
  • Gunung Rinjani (Indonesia)
  • Gunung Kelud (Indonesia)
  • Gunung Sinabung (Indonesia)
  • Gunung Kelimutu (Indonesia)
 

Perbedaan Antara Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania

Ilustrasi peta pergerakan lempeng dunia
Ilustrasi peta pergerakan lempeng dunia

Diatas kita sudah banyak membahas mengenai karakteristik pegunungan sirkum pasifik dan sirkum mediterania. Sebelum membahas mengenai perbedaan, mungkin kita harus merangkum dulu, apa persamaan dari kedua barisan pegunungan tersebut.

Berikut ini adalah kesamaan-kesamaan yang ada pada barisan pegunungan sirkum pasifik dan sirkum mediterania

  • Sama sama merupakan zona yang aktif secara tektonis dan vulkanis
  • Sama sama merupakan barisan pegunungan muda
  • Sama sama merupakan barisan pegunungan lipatan
  • Sama sama disebabkan oleh pergerakan lempeng tektonik

Berikut ini adalah perbedaan dari pegunungan sirkum pasifik dan sirkum mediterania

  • Jalurnya berbeda, sirkum pasifik berawal dari Amerika Selatan dan berakhir di Antarktika sedangkan sirkum mediterania di Spanyol dan berakhir di sekitar Indonesia Timur
  • Lokasinya berbeda, sirkum pasifik berada di Asia-Amerika sedangkan sirkum mediterania berada di Asia-Eropa
  • Lempeng yang mempengaruhinya berbeda, sirkum pasifik dipengaruhi lempeng Indo-Australia, Pasifik, dan Eurasia, sedangkan sirkum mediterania dipengaruhi lempeng Afrika, Indo-Australia, dan Eurasia.
  • Tingkat vulkanisme dan tektonismenya berbeda, sirkum pasifik jauh lebih aktif secara tektonis dan vulkanis dibandingkan dengan sirkum mediterania. Diduga, hal ini disebabkan karena gerakan lempeng yang lebih aktif, didorong oleh rekahan tengah samudera

Jika kita perhatikan diatas, sebenarnya tidak terlalu banyak perbedaan antara pegunungan sirkum pasifik dengan sirkum mediterania. Yang menjadi pembeda adalah hal-hal spesifik seperti tingkat vulkanisme, lempeng yang mempengaruhi, lokasi, serta jalur pegunungannya.

 

Pertemuan Antara Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania

Tempat pertemuan sirkum pasifik dan sirkum mediterania

Ternyata, kedua barisan pegunungan besar ini bertemu di Indonesia teman-teman, lebih tepatnya pada daerah sekitar laut Banda di Indonesia bagian Timur. pada peta diatas, kita dapat melihat zona pertemuannya pada titik pertemuan antara lempeng eurasia, lempeng Indo Australia, dan lempeng Filipina.

 

Dampak dari Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania

Secara umum, dampak dari adanya pegunungan sirkum pasifik dan sirkum mediterania ini mirip dengan dampak-dampak yang disebabkan oleh adanya pegunungan, gunung api, dan pergerakan lempeng tektonik secara umum.

  • Terbentuknya angin fohn pada daerah leeward pegunungan. Karena bersifat panas, angin ini dapat menyebabkan kerusakan pada tumbuhan dan mengganggu aktivitas gembala hewan ternak
  • Kaya akan barang tambang, karena aktivitas tektonik yang tinggi di sekitar barisan pegunungan ini memungkinkan terjadinya pengangkatan barang tambang ke atas permukaan bumi
  • Tanah menjadi subur terjadi karena abu vulkanik dari gunung-gunung yang ada membawa mineral dan zat hara lainnya yang menyuburkan tanah
  • Risiko rawan bencana tinggi karena aktivitas vulkanik dan tektonik yang tinggi menyebabkan potensi terjadinya tsunami, gunung meletus, serta gempa bumi yang tinggi dibandingkan daerah-daerah lainnya
  • Potensi sumber daya energi geotermal yang tinggi karena daerah yang aktif secara vulkanis umumnya memiliki rekahan-rekahan di kerak bumi yang mana magma dapat bergerak naik. Magma ini dapat dimanfaatkan untuk memanaskan air yang nantinya akan menggerakkan turbin pada pembangkit listrik geotermal.

Iqbal Hakim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *