Paragraf Induktif: Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contohnya

Diposting pada

Paragraf Induktif adalah salah satu bentuk paragraf yang sering kita temukan dalam teks-teks tulisan bahasa Indonesia.

Pada teks, pasti Kita akan menemukan paragraf. Paragraf sendiri pada dasarnya adalah rangkaian beberapa kalimat yang memiliki gagasan tertentu.

Pada artikel ini Kita akan mempelajari tentang pengertian dan juga ciri-cirinya.

Bukan hanya berhenti disana, Kita akan mengetahui tentang jenis beserta dengan contohnya supaya semakin memahami tentang konteks dari paragraf jenis induktif ini.

Pengertian Paragraf Induktif

Paragraf induktif adalah jenis paragraf yang memulai kalimatnya dengan menyebutkan kejadian atau peristiwa khusus yang mana nantinya akan menuju ke kesimpulan yang lebih umum.

Jadi yang perlu ditekankan pada paragraf jenis induktif ini adalah penjabaran secara khusus lalu bergeser ke umum.

Nah, untuk letak kalimat utamanya sendiri berada pada bagian akhir dari paragrafnya. Jadi di induktif ini akan dimulai dari berbagai kalimat penjelas atau fakta-fakta khusus yang nantinya pada akhir paragraf akan ditarik sebuah kesimpulan.

Jenis paragraf ini umum digunakan dan Kita bisa menemukannya sangat sering diberbagai teks.

Kalimat yang memiliki kalimat utama pada akhir paragraf ini sangat mudah dipahami apalagi ada kata-kata penanda yang biasanya khas seperti itulah, dengan demikian, maka dari itu, dan sebagainya yang mana adalah kalimat awalan untuk membuat pernyataan khusus di akhir paragraf.

 

Ciri-Ciri Paragraf Induktif

Untuk memahami dan memudahkan Kita mengenali suatu paragraf jenis induktif, maka Kita bisa melihatnya dari ciri-ciri yang menyertainya. Ciri-cirinya sendiri antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Pada bagian awal akan menyebutkan berbagai peristiwa yang sifatnya khusus
  2. Setelah itu akan ditarik kesimpulan dari berbagai peristiwa khusus yang disebutkan di atas
  3. Kesimpulan dari paragraf jenis ini terletak pada bagian akhir paragraf
  4. Terdapat kalimat utama, gagasan utama, dan juga kalimat penjelas
  5. Kalimat utama dari jenis paragraf yang satu ini terletak pada akhir paragraf
  6. Gagasan utamanya terletak di kalimat utama
  7. Kalimat penjelasnya berada sebelum kalimat utama
  8. Kalimat penjelas adalah kalimat yang mana mendukung gagasan utama yang ada

Ciri-ciri di atas seakan menjadi pakem atau menjadi sebuah patokan bagi Kita untuk menentukan apakah suatu paragraf ini adalah induktif ataukah tidak.

Dengan mengidentifikasikan ciri-ciri di atas pada suatu paragraf, Kita bisa memastikannya secara langsung.

 

Jenis Paragraf Induktif

Jenis-jenis paragraf induktif

Paragraf induktif dapat dibagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan sifat dan apa yang dilakukannya dalam sebuah kalimat. Jenis-jenis tersebut antara lain adalah

  • Generalisasi
  • Sebab Akibat
  • Analogi
  • Klasifikasi
  • Perbandingan

Agar kalian lebih paham, akan dijelaskan secara lebih detail dibawah ini mengenai jenis dan pola paragraf Induktif yang paling umum digunakan dalam bahasa Indonesia.

Paragraf Induktif Generalisasi

Jenis pertama adalah induktif generalisasi yang mana memaparkan sesuatu hal yang sifatnya khusus kemudian mengarah pada kesimpulan umum.

Nah, kesimpulan umum yang ada tadi diambil pada kalimat khusus yang sebelumnya berada pada bagian atas.

 

Paragraf Induktif Analogi

Jenis yang kedua adalah analogi, ini merupakan paragraf yang pembuatannya dikembangkan dengan cara induksi.

Maksudnya adalah topik utamanya sendiri diberikan dengan cara membandingkan dua hal yang serupa kemudian nantinya ditarik sebuah kesimpulan umum.

Contoh dari paragraf analogi induktif ini yaitu,

Saat kedinginan, anak ayam akan mencari tempat yang hangat untuk menghangatkan tubuhnya. Dengan begitu, anak ayam bisa tertidur nyenyak di malam hari. Bentuk perlindungan diri itu mirip dengan Anda ketika kedinginan dan berusaha menarik selimut untuk menghangatkan tubuh Anda. Maka dari itulah cara anak ayam menghadapi dingin sama dengan cara manusia

Disini, dijelaskan mengenai cara anak ayam menghangatkan tubuhnya. Cara menghangatkan tubuh ini disandingkan dengan cara manusia menghangatkan diri dengan menggunakan selimut.

 

Paragraf Induktif Sebab Akibat

Seperti namanya, kalimat khusus yang terdapat pada awal-awal paragraf adalah kalimat yang merupakan sebab. Kemudian, pada akhir paragrafnya akan ditarik kesimpulan yang merupakan akibat.

Contoh dari paragraf sebab akibat pada jenis induktif yakni

Fiola hampir tidak pernah tidur di bawah jam 2 malam. Bukan hanya itu, Fiola juga sangat jarang sekali makan yang bahkan terkadang tidak makan sama sekali. Fiola juga tidak suka meminum air putih. Oleh karena itu, Fiola dua bulan kemudian mengidap tipes akut

Selain dua jenis di atas, ada juga paragraf jenis akibat sebab serta paragraf klasifikasi.

 

Pola Paragraf Induktif

Pola paragraf induktif

Sebuah paragraf induktif memiliki pola kalimat yang selalu sama dan berurutan. Umumnya, pola paragraf induktif mengikuti pola yang ada dibawah ini

  • Khusus
  • Khusus
  • Khusus
  • Umum

Ini adalah pola yang digunakan untuk jenis induktif dan sifatnya adalah pasti.

Tetapi yang perlu diketahui bahwa jumlah kalimat dari paragraf tersebut tidak harus berjumlah empat. Paragraf tersebut tetap bisa disebut induktif jika bentuknya tetap khusus kemudian menuju ke umum pada akhir paragraf.

 

Contoh-contoh Paragraf Jenis Induktif dan Penjelasannya

Untuk memudahkan pemahaman tentang paragraf ini, akan diberikan contoh-contohnya beserta penjelasannya. Contohnya antara lain adalah sebagai berikut

Contoh Paragraf jenis induktif tentang sekolah

Dalam 5 tahun terakhir, tingkat kelulusan murid di SMA Sukatani adalah sebesar 99,5%. Bukan hanya itu, rata-rata nilai yang didapatkan oleh murid di SMA ini ternyata adalah sebesar 8.5.

Meskipun ada nilai rendah yakni mencapai angka 5, tetapi jumlahnya hanya 6 orang saja. Dengan begitu, dapat dikatakan sekolah ini sudah sangat berhasil.

Pada paragraf tersebut, kalimat satu hingga tiga adalah kalimat khusus. Kalimat khusus tersebut berupa fakta-fakta dan juga data yang dipaparkan. Kemudian pada kalimat keempat disimpulkan dari berbagai fakta khusus di atas bahwa sekolah tersebut adalah sekolah yang berhasil.

 

Contoh paragraf jenis induktif tentang makanan

Paragraf induktif tentang makanan

Dari segi rasanya, ada ciri khas manis dan empuk dari bantalan rotinya sendiri. Topping yang diberikan sangat banyak hingga meluber diberbagai sisi. Saat hangat, toping yang diberikannya akan lumer di mulut. Itulah gambaran martabak manis yang dijual oleh pak Bagyo.

Sama seperti berbagai jenis contoh induksi sebelumnya, paragraf ini berisi kalimat satu hingga tiga yang isinya memaparkan dan menjelaskan dengan baik tentang gambaran martabak manis Pak Bagyo.

Penggambaran martabak manis pak Bagyo adalah kalimat khusus. Kemudian pada akhir paragraf disimpulkan yang mana bentuk kalimat utama.

 

Contoh Paragraf induktif berbentuk sebab akibat

Dalam sehari, dapat dikatakan Bobi bermain game hampir 8 jam lamanya. Saat sekolah, Bobi juga sering mencuri-curi waktu untuk bermain game sehingga ia tidak mendengarkan pelajaran yang ada.

Bobi tidak pernah menganggap bahwa tugas ataupun ujian adalah hal yang terlalu penting. Akibat dari perbuatan Bobi yang berlebihan itu, Bobi tidak naik kelas.

Dari kalimat pertama hingga ketiga adalah bentuk kalimat fakta khusus yang berupa sebab. Kemudian, pada bagian kalimat terakhir ada akibat yang diemban Bobi karena kebiasaan buruknya tersebut yakni Bobi tidak naik kelas.

Itulah penjelasan tentang paragraf induktif yang harus diketahui bersama. Ternyata, jenis paragraf yang satu ini tidak sesusah yang dibayangkan, bukan?

Tentu sekarang teman-teman bisa mencoba membuatnya di rumah dan mudah mengenali apabila ditemukan bentuk paragraf tersebut pada teks yang ada.

Iqbal Hakim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *