Pancasila Sebagai Dasar Negara Indonesia

Diposting pada

Pancasila sebagai dasar negara memiliki makna bahwa ideologi Pancasila akan dan harus menjadi landasan serta pedoman bagi seluruh kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu, seluruh aktivitas dan keputusan yang diambil oleh negara Indonesia beserta rakyatnya idealnya harus dikontekskan kepada nilai-nilai Pancasila, apakah sudah sesuai, atau belum.

Indonesia sejak pertamakali didirikan secara resmi pada Agustus 1945, sudah menetapkan Pancasila sebagai dasar negaranya. Keputusan ini diambil setelah terjadi mufakat dalam musyawarah para pendiri bangsa kita.

Oleh karena itu, sudah selayaknya kita, para penerus bangsa, menghormati dan menjalankan Pancasila sebaik-baiknya, sesuai dengan niatan para pendiri bangsa kita, yaitu Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

Sejarah Singkat Pancasila

Pancasila sebagai dasar negara digagas pertamakali pada saat sidang BPUPKI

Pancasila pada dasarnya adalah salah satu ajuan kandidat dasar negara Indonesia pada sidang BPUPKI pada tanggal 1 Juni 1945. Saat itu, Pancasila masih berupa gagasan-gagasan nilai yang diharapkan dapat mewakili kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia.

Awalnya, Muh. Yamin mengajukan nilai-nilai dasar pancasila yang terdiri dari

  • Perikebangsaan
  • Perikemanusiaan
  • Periketuhanan
  • Perikerakyatan
  • Kesejahteraan rakyat

Kemudian, pada tanggal 1 Juni 1945, Bung Karno mengusulkan lima asas tandingan sebagai berikut. Bung Karno berkilah bahwa inilah nilai-nilai yang merupakan kristalisasi kehidupan berbangsa dan bernegara masyarakat Indonesia.

  • Kebangsaan Indonesia
  • Internasionalisme atau perikemanusiaan
  • Mufakat atau demokrasi
  • Kesejahteraan sosial
  • Ketuhanan yang berkebudayaan

Jauh berbeda dengan Pancasila yang kita kenal sekarang bukan? Ya, memang pada saat itu, Pancasila masih berupa gagasan-gagasan awal yang masih bisa berubah.

Pada 22 Juni 1945, dibentuklah panitia sembilan yang diketuai oleh Bung Karno. Panitia ini menghasilkan piagam Jakarta yang memiliki rumusan pancasila sebagai berikut

  • Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
  • Kemanusiaan yang adil dan beradab
  • Persatuan Indonesia
  • Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dan kebijksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
  • Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Bila kita perhatikan baik-baik, masih terdapat perbedaan antara pancasila yang dikeluarkan oleh panitia sembilan dan pancasila yang kita kenal sekarang. Perbedaannya terletak pada sila pertama, ketuhanan yang maha esa.

Pada sidang PPKI yang diketuai oleh Bung Karno pada tanggal 18 Agustus 1945, sila pertama tersebut diganti menjadi ketuhanan yang maha Esa. Sehingga, rumusan final pancasila dalam UUD 1945 adalah

  • Ketuhanan Yang Maha Esa
  • Kemanusiaan yang adil dan beradab
  • Persatuan Indonesia
  • Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dan kebijksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
  • Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Penetapan nilai-nilai pancasila ini disertai pula dengan pembuatan garuda pancasila sebagai simbol negara. Setelah ini, pancasila dapat menjadi dasar negara bagi negara Indonesia.

 

Landasan Hukum Pancasila Sebagai Dasar Negara

Berdasarkan pemaparan diatas, kita mengetahui bahwa setidaknya terdapat dua landasan hukum penetapan Pancasila sebagai dasar negara, yaitu UUD 1945 dan sidang PPKI 18 Agustus 1945.

Selain dua itu, terdapat beberapa dasar hukum lainnya yang memperkokoh posisi Pancasila sebagai dasar negara Indonesia yang antara lain adalah

  • Pembukaan UUD 1945 alenia ke-4 yang menyebutkan bahwa pembentukan pemerintahan negara Indonesia dilandasi oleh nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
  • Dekrit presiden 5 Juli 1959 yang menegaskan bahwa berlakunya kembali UUD 1945 yang berarti penetapan kembali Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara, sesuai dengan UUD 1945.
  • Instruksi presiden No. 12 Tahun 1968 yang menegaskan tentang rumusan Pancasila yang benar dan sah. Instruksi presiden ini menunjukkan bahwa Pancasila sudah ditegaskan sebagai dasar negara dan ideologi negara yang sah
  • Ketetapan MPR o. XVIII/MPR/1998 tentang pencabutan ketetapan MPR RI No. II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (Eka Prasetya Pancakarsa). Kemudian tentang penegasan Pancasila sebagai dasar negara yang dinyatakan dalam Pembukaan UUD 1945, yaitu dasar negara dari Negara Kesatuan Indonesia harus dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan beregara. Bagian tak terpisahkan dari ketetapan tersebut menyatakan: ”bahwa dasar negara yang dimaksud dalam ketetapan ini di dalamnhya mengandung makna sebagai ideologi nasional sebagai cita-cita dan tujuan negara

Berdasarkan empat pon diatas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa secara hukum, kedudukan Pancasila sudah sangat kuat sebagai dasar negara Indonesia.

 

Makna Pancasila Sebagai Dasar Negara

Pancasila merupakan dasar bagi negara Indonesia

Sebagai dasar negara Indonesia, tentu saja pancasila harus menjadi landasan dari segala kegiatan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Secara praktis, pancasila menjadi sumber ideologi bangsa Indonesia, dasar sistem pemerintahan, sebagai sumber hukum, dan sebagai dasar penyelenggaraan negara Indonesia.

Berdasarkan penjabaran diatas, kita dapat memahami bahwa segala hal yang kita lakukan sebagai bangsa Indonesia, harus sesuai dengan nilai-nilai yang ada pada Pancasila.

Nah, nilai yang ada di Pancasila sendiri terbagi menjadi tiga, yaitu instrumental, dasar, dan praktis. Ketiga jenis nilai tersebut bermuara pada pelaksanaan dan penerapan nilai-nilai pancasila pada kehidupan sehari hari.

Apakah Pancasila Akan Selalu Relevan?

Mungkin kalian akan berfikir bahwa menjadikan pancasila sebagai dasar negara adalah suatu hal yang sulit, zaman senantiasa berkembang bukan? Akankah ada saat dimana pancasila menjadi tidak relevan lagi?

Tenang teman-teman, hal ini sudah dipikirkan oleh para pendiri bangsa kita. Untuk membuat sebuah dasar negara yang tidak lekang oleh zaman, para pendiri bangsa kita membuat Pancasila sebagai suatu ideologi yang terbuka.

Harapannya adalah, dengan menjadikan Pancasila sebagai ideologi terbuka, dasar negara ini dapat senantiasa mempertahankan relevansinya seiring dengan berjalannya waktu.

 

Pancasila Sebagai Dasar Ideologi Negara

Sebagai dasar negara, Pancasila juga sudah seharusnya menjadi landasan bagi ideologi negara tersebut. Saat ini, Pancasila sendiri adalah landasan ideologis dari negara Indonesia.

Landasan ideologis sendiri memiliki makna bahwa setiap pola pikir, kehidupan, dan kegiatan berbangsa dan bernegara di Indonesia harus dilandasi Pancasila.

Harapannya, nilai yang terkandung pada Pancasila sudah terinternalisasi dan terwujudkan dalam setiap sikap rakyat Indonesia. Jangan sampai Pancasila digoyahkan oleh ideologi-ideologi lain yang mungkin kurang sesuai dengan bangsa Indonesia.

Nilai-nilai yang terkandung tentu saja sesuai dengan lima sila yang ada pada Pancasila. Sebagai dasar ideologis sebuah negara, harapannya nilai yang terkandung pada tiap butir Pancasila dapat diwujudkan dan diilhami oleh segenap bangsa Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sehari-hari.

 

Pancasila Sebagai Dasar Hukum Negara

Pancasila merupakan landasan hukum bagi Negara Indonesia

Tentu saja, sebagai dasar negara, Pancasila juga menjadi landasan hukum negara Indonesia. Artinya, setiap produk hukum yang dibentuk oleh pemerintah dan lembaga berwenang lainnya, harus dapat ditarik garis hubungan ke dasar hukum negara kita, yaitu Pancasila dan UUD 1945.

Dengan menetapkan Pancasila sebagai dasar hukum, diharapkan bahwa semua produk hukum yang ditetapkan dan diberlakukan di Indonesia dapat diselaraskan dengan baik. Karena, jika semua bersumber pada Pancasila, tentu saja semua akan sesuai dengan arahan-arahan yang ada dan tidak akan saling berkonflik.

Namun, tentu saja dalam praktinya ada saja produk-produk hukum yang tidak selaras atau saling berkonflik satu dengan yang lainnya. Hal ini disebabkan oleh sistem birokrasi kita yang sudah cukup ribet dibandingkan dengan zaman dahulu.

Iqbal Hakim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *