Norma Agama: Pengertian, Tujuan, Ciri, dan Contohnya!

Diposting pada

Norma agama merupakan salah satu jenis norma yang pastinya sangat sering kita temukan dan gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Bersama dengan norma kesusilaan, hukum, dan adat, norma ini berperan besar dalam mengatur bagaimana kita hidup dan bertindak dalam kehidupan.

Pada artikel kali ini, kita akan mencoba membahas secara lebih dalam mengenai norma agama.

Pengertian Norma Agama

Norma agama pada dasarnya adalah suatu aturan atau kaidah yang berfungsi sebagai petunjuk, pedoman, dan batasan-batasan bagi manusia untuk menjalankan hidupnya.

Aturan, petunjuk, dan anjuran yang terkandung dalam norma agama ini berasal langsung dari tuhan yang maha kuasa, sehingga sifatnya pasti dan tidak diragukan bagi yang mempercayainya.

Umumnya, norma agama ini berisikan perintah dari tuhan secara langsung ataupun melewati nabi-nya untuk mendekati hal-hal yang baik dan menjauhi larangan-Nya.

Salah satu tujuan agama adalah untuk membimbing pengikutnya ke jalan yang benar sehingga dapat menjalani kehidupan yang lebih baik serta lebih bermanfaat baik bagi diri sendiri ataupun sesama. Norma agama merupakan panduan dan petunjuk untuk mencapai tujuan tersebut.

 

Sumber Norma Agama

Sumber norma agama

Sedikit berbeda dengan norma lainnya, norma agama ini bersumber langsung dari perintah-perintah tuhan baik yang disampaikan secara langsung maupun lewat perantara lainnya, misal nabi nya atau sahabat-sahabat dari nabi tersebut.

Umumnya, norma agama ini memiliki sumber yang jelas dan terbukukan dengan baik seperti kitab suci, prasasti suci dengan tulisan perintah, atau hal-hal lainnya yang terlihat dan dapat dibaca dengan jelas.

Namun, tidak jarang juga norma ini bersifat lisan dan turun temurun, misalnya dari hadits dan lainnya yang belum dibukukan.

Karena sifatnya yang turun temurun, sangat penting untuk mengetahui sanad atau sejarah dan penurunan dari norma tersebut agar tidak menyebabkan kesesatan.

Selain itu, seperti yang kita ketahui, Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman beragama cukup tinggi dengan 6 agama utama yang diakui. Oleh karena itu, sumber dari norma ini pun berbeda-beda tergantung agamanya masing-masing.

 

Tujuan Norma Agama

Tujuan utama dari norma agama adalah untuk menyempurnakan manusia dan menjadikan pengikutnya sebagai manusia yang terbaik. Disini, manusia diharapkan dapat mendektkan diri dengan kebaikan dan menjauhi hal-hal yang buruk.

Sedikit berbeda dengan norma lainnya, norma agama banyak mengarah kepada batin manusia dan bagaimana manusia berfikir dan melihat kehidupan. Tetapi, bukan berarti norma agama tidak mengatur kegiatan dan kelakuan ya!

Norma islam banyak sekali mengatur tingkah laku kita dalam kehidupan sehari-hari agar kita bisa mewujudkan masyarakat yang madani.

Harapannya adalah, orang-orang yang menaati norma agama ini kelak akan memiliki perilaku yang baik, kehidupan yang tenang, dan mampu mewujudkan masyarakat yang madani.

Berdasarkan uraian diatas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa norma agama pada dasarnya bertujuan untuk

  • Memperbaiki akhlak dan moral manusia
  • Membimbing ke jalan yang benar sesuai dengan perintah tuhan YME
  • Mewujudkan masyarakat yang madani

Jika kita lihat, semua tujuan ini bermuara pada pembentukan insan manusia dan masyarakat yang lebih baik serta sesuai dengan anjuran dan aturan Tuhan YME.

 

Ciri-Ciri Norma Agama

Ciri-ciri norma agama

Terdapat beberapa ciri-ciri utama yang membedakan norma agama dengan norma-norma lainnya. Berikut adalah beberapa ciri-ciri yang dimiliki oleh norma ini

  • Bersumber langsung dari Tuhan Yang Maha Esa.
  • Karena berasal dari Tuhan, maka ketentuannya bersifat universal dan abadi bagi para pengikutnya
  • Saat dilaksanakan mendapat pahala, sebaliknya jika dilanggar maka akan mendapatkan dosa dan hukuman di akhirat.

Harus disadari bahwa unsur pembeda utama norma ini dengan norma lainnya adalah sumbernya yang langsung berasal dari Tuhan.

Oleh karena itu, sifatnya menjadi universal dan mengikat bagi semua yang mengikuti agama tersebut, terlepas dia anggota negara apa atau komunitas apa dengan norma-normanya tersendiri.

 

Fungsi Norma Agama

Fungsi norma agama

Dalam mewujudkan tujuan yang sudah dijelaskan diatas, terdapat beberapa fungsi yang dijalankan oleh norma agama terhadap manusia dan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Fungsi tersebut antara lain adalah

  • Pendidikan
  • Perdamaian
  • Penyelamat
  • Pembaharuan
  • Kontrol Sosial
  • Solidaritas

Untuk lebih memahami fungsi-fungsi yang telah dijelaskan diatas, kita akan mencoba membedah dan membahas satu per satu fungsi yang dijalankan oleh norma agama dibawah ini

Fungsi Pendidikan

Secara langsung maupun tidak langsung, seluruh ajaran agama yang ada di dunia berfungsi untuk mendidik dan mengajak pengikutnya untuk melakukan hal-hal yang baik dan menjauhi hal-hal yang buruk.

Disinilah fungsi pendidikan ini muncul karena pada dasarnya, norma agama adalah operasionalisasi dari apa yang ingin dicapai oleh agama tersebut kedalam aturan dan anjuran.

Dengan mengikut norma ini, harapannya ummat manusia dapat terdidik untuk menjadi insan manusia yang lebih baik lagi dan mewujudkan masyarakat yang lebih baik pula.

 

Fungsi Perdamaian

Semua agama yang ada di dunia senantiasa mengedepankan perdamaian dan menyelesaikan masalah tanpa kekerasan.

Oleh karena itu, nilai ini pun dimasukkan kedalam norma agama yang dapat berfungsi untuk menjaga perdamaian antar individu dan antar komunitas.

Seseorang akan merasakan rasa bersalah ketika melakukan kesalahan ataupun hal-hal yang dilarang oleh agama. Oleh karena itu, orang tersebut mungkin tidak akan melakukan kejahatan lagi sehingga mewujudkan perdamaian.

Perdamaian disini juga dapat dimaknai sebagai perdamaian internal dalam diri seseorang.

Ketika individu tersebut mengetahui bahwa dia sudah mengikuti seluruh aturan agamanya, maka tidak akan ada kegundahan dan keraguan dalam dirinya. Hal inilah yang disebut sebagai perdamaian internal dalam jiwa seseorang.

 

Fungsi Penyelamat

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, semua agama pasti akan bermuara pada membentuk manusia yang paripurna baik di dunia maupun di akhirat.

Oleh karena itu, norma agama sebagai operasionalisasi dari nilai-nilai yang terkandung dalam agama tersebut tentu saja juga dapat menjadi penyelamat bagi manusia.

Setiap manusia yang mengikuti dengan baik dan memahami apa yang diminta oleh norma agama pada akhirnya akan selamat baik dalam kehidupannya di dunia atau di akhirat sana.

 

Fungsi Kontrol Sosial

Semua agama mengajarkan pengikutnya untuk lebih peka terhadap kondisi disekitar mereka, termasuk masalah-masalah sosial yang ada di lingkungan tempat kalian tinggal.

Contoh masalah-masalah sosial ini antara lain adalah

Agama dengan norma agama mendorong kita untuk saling mengingatkan, menegur, dan memperbaiki tindakan-tindakan ini, baik yang kita lakukan atau dilakukan oleh orang-orang disekitar kita.

Sebagai orang yang menaati agama dan norma-norma yang ada didalam agama, kita juga akan terdorong untuk bertindak menghentikan masalah-masalah sosial tersebut.

Semua ini bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang madani dan sesuai dengan ajaran Nya.

 

Fungsi Pembaharuan

Ajaran agama dan norma yang terkandung didalamnya dapat mengubah kehidupan seseorang atau sekelompok orang yang tadinya tidak baik menjadi lebih baik lagi.

Hal ini dicapai dengan mewujudkan nilai-nilai dan juga anjuran agama dalam berkehidupan sehari-hari.

Harapannya, agama dapat menjadi agen perubahan yang terus menerus memperbaiki hidup orang dan basis moral serta akhlak dari suatu masyarakat dalam berkehidupan dan bernegara.

 

Fungsi Memupuk Rasa Solidaritas

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, semua agama dan norma-norma agama mendorong kepedulian antar sesama. Secara langsung, kepedulian sesama ini akan memupuk rasa solidaritas antar elemen masyarakat.

Dengan kepedulian dan rasa solidaritas yang tinggi ini, harapannya dapat terwujudkan kehidupan bermasyarakat yang lebih baik. Disini, harapannya juga muncul toleransi antar manusia tanpa pandang agama dan suku ras nya.

 

Sanksi Norma Agama

Sanksi norma agama

Berbeda dengan norma hukum, sanksi yang diberikan oleh norma agama cenderung lebih longgar dan tidak formal. Hal ini terjadi karena otoritas tertinggi pemberi sanksi adalah tuhan YME dan tidak ada manusia yang bisa mewakilkan tuhan dalam menilai manusia lainnya.

Umumnya, tokoh agama, orang suci, ataupun nabi memiliki peran sebagai pengingat, pendakwah, dan pemberi contoh saja. Orang-orang ini tidak memiliki otoritas untuk menilai dosa dan juga pahala dari orang-orang lain.

Meskipun begitu, tokoh-tokoh agama ini dapat memberikan peringatan ataupun teguran yang nantinya akan menjadi sanksi sosial terhadap orang yang ditegur tersebut.

Hal ini akan semakin berdampak ketika orang yang ditegur tersebut hidup di komunitas yang menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan. Namun, hal ini tidak akan terlalu berpengaruh jika lingkungan tempat tinggalnya tidak terlalu mementingkan agama atau bahkan ateis/agnostik.

Berikut ini adalah beberapa sanksi sosial yang umumnya kita dapatkan ketika melanggar norma agama

  • Perasaan menjadi was-was
  • Dihantui rasa bersalah
  • Hidup menjadi tidak tenang
  • Merasa mendapatkan dosa
  • Dijauhi atau dikucilkan oleh masyarakat
  • Tidak dipercaya oleh orang lain
  • Pikiran menjadi kacau
  • Dipandang sebagai pendosa
  • Memperburuk hubungan dengan orang-orang sekitar

Meskipun semuanya merupakan sanksi sosial, baik yang diberikan oleh orang-orang disekitar ataupun oleh diri kita sendiri, ternyata dampaknya cukup banyak ya.

 

Contoh Norma Agama

Contoh norma agama

Agar kalian lebih paham mengenai norma-norma agama yang berlaku di masyarakat, berikut ini adalah beberapa contoh norma agama yang kerap kita temukan di kehidupan sehari-hari

Rajin Beribadah

Dalam norma agama, tentu saja manusia didorong untuk senantiasa beribadah kepada tuhan YME sebagai wujud syukurnya atas nikmat-nikmat yang diberikan oleh tuhan.

Manusia yang jarang beribadah atau tidak menganggap ibadah ini penting seringkali dikomentari ataupun dinilai buruk oleh masyarakat yang menjunjung tinggi nilai agama.

Oleh karena itu, manusia yang tidak rajin beribadah ini mungkin akan terkena sanksi sosial keagamaan yang dikenakan oleh tokoh agama ataupun masyarakat disekitarnya

 

Peduli Terhadap Sesama

Kepedulian terhadap sesama juga merupakan salah satu aspek yang sangat penting menurut agama dalam berkehidupan dan berkegiatan sehari-hari. Orang yang cenderung tidak berinteraksi secara sosial dan kurang peduli terhadap sesama juga kerap terkena sanksi sosial keagamaan.

Contohnya adalah ketika ada tetangga yang kesulitan dan tetangganya tidak membantu, maka bisa jadi dia dianggap sebagai individu yang apatis, baik dari sudut pandang norma agama ataupun norma sosial lainnya.

 

Berbagi dengan Orang yang Kurang Beruntung

Agama juga mendorong manusia untuk berbagi dengan sesama dan bersifat dermawan jika memiliki kemampuan lebih secara sumber daya. Berdasarkan nilai ini, ada obligasi bagi manusia beragama untuk berinfaq dan shadaqah untuk membantu sesama jika mampu.

Oleh karena itu, jika ada yang bersifat pelit dan serakah maka orang tersebut akan terkena sanksi sosial agama dianggap kikir dan tidak mau berbagi dengan sesama.

Iqbal Hakim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *