Majas Hiperbola: Pengertian, Ciri, dan Contohnya

Diposting pada

Majas atau gaya bahasa sangat banyak jenisnya, mulai dari yang langsung dan mudah dimengerti, hingga yang melebih-lebihkan atau hiperbolis. Semuanya memiliki tujuan dan kegunaannya masing-masing.

Kali ini, Kita akan membahas tentang majas hiperbola. Sebenarnya, apa sih majas yang satu ini? Apa saja pengertian, ciri, dan juga contohnya? Jangan khawatir karena Teman-teman akan menemukan jawabannya pada artikel ini!

Pengertian Majas Hiperbola

Majas hiperbola adalah suatu gaya bahasa yang sifatnya membesar-besarkan dan juga melebih-lebihkan makna yang sesungguhnya atas suatu kalimat.

Majas ini biasanya digunakan untuk membuat pembaca atau penerima kalimat memahami bahwa ada sesuatu yang “sangat” dalam hal ini.

Seorang ahli bernama Gorys Keraf dalam bukunya pada tahun 2010 juga mencoba berpendapat bahwa majas ini adalah suatu gaya bahasa yang mengandung suatu unsur.

Unsur hiperbola adalah hal yang berlebihan dengan cara membesar-besarkan hal tersebut.

Bukan hanya Keraf saja, tetapi seorang pakar bernama Nurgiyantoro juga berpendapat bahwa majas ini adalah gaya bahasa yang niatnya untuk memberikan penekanan pada sesuatu.

Penekanan tersebut dilakukan dengan cara memberikan penuturan yang dengan sadar dibesar-besarkan.

Sejatinya, majas yang satu ini digunakan untuk menguatkan perasaan pembaca atau pendengar kalimat tersebut. Dengan begitu, esensi yang ingin disampaikan sang pembuat kalimat dapat diterima dengan baik.

 

Ciri-Ciri Majas Hiperbola

Ciri-ciri majas hiperbola

Untuk melihat apakah kalimat tersebut adalah kalimat hiperbola atau kalimat biasa, maka bisa dipastikan dengan mengidentifikasi ciri-ciri kalimatnya. Ciri-ciri ini juga akan membantu bagi Teman-teman yang ingin membuat gaya bahasa hiperbola.

Secara umum, berikut ini adalah ciri-ciri dari kalimat hiperbola yang harus teman-teman perhatikan

  • Melebih lebihkan suatu hal
  • Bersifat dramatis
  • Mempengaruhi Pendengar

Agar kalian lebih mudah mengerti, maka kita akan membahas satu per satu ciri-ciri diatas secara lebih rinci dibawah ini

Melebihkan Suatu Hal

Ciri pertama yang pasti ada pada gaya bahasa hiperbola adalah caranya ia melebihkan-lebihkan suatu hal yang mungkin sebenarnya tidak seperti itu. Hal ini dilakukan agar suatu perasaan yang kuat dapat bangkit sehingga pesan yang dimaksudkan dapat tersampaikan.

Yang harus diketahui, majas ini bisa digunakan untuk berbagai situasi baik serius maupun sedang bercanda.

Sebagai contoh, Anda mengatakan bahwa tugas yang diberikan kepada Anda adalah segudang. Hal ini bukan berarti tugas Anda benar-benar satu gudang.

Ini hanyalah penggambaran bahwa Anda mendapatkan tugas yang sangat banyak. Dengan hiperbola ini, maka pesan yang ingin Anda sampaikan dapat terwujud.

Atau contoh lainnya adalah, misalkan Anda bertemu dengan kawan lama Anda kemudian Teman-teman mengatakan, “Aku sudah tidak melihatmu 100 tahun”.

Tentu ini sangat berlebihan, tetapi kawan Anda pasti tahu makna yang sebenarnya adalah tidak bertemu sangat lama, bukannya benar-benar 100 tahun.

Terkadang, penggunaan kalimat hiperbola dalam pembicaraan sehari-hari ini dapat membuat diskusi kalian dengan teman-teman menjadi lebih seru.

Selain itu, jika digunakan dalam cerita, kalian dapat meningkatkan tingkat kepentingan dari kejadian tersebut atau menunjukkan bahwa tokoh sedang meluapkan emosinya.

 

Dramatis

Dramatis adalah salah satu ciri majas hiperbola yang artinya bersifat drama atau men-drama-kan. Ini biasanya lebih merujuk ke suatu karya baik berupa tulis maupun non tulis untuk membuat deskripsi yang dihasilkan lebih lucu dan juga menjadi lebih kreatif.

Untuk lebih memudahkan Teman-teman memahami apa itu dramatis, coba perhatikan kalimat berikut ini “Pantas saja dia mendapat nilai A, otaknya kan seukuran planet”.

Pada kalimat diatas, maksudnya adalah orang tersebut sangat-sangat pintar, sehingga otaknya disamakan ukurannya dengan sebuah planet. Disini, ada anggapan bahwa otak yang besar berarti orang nya pintar.

Contoh lain untuk memahami majas ini  misalnya pada kalimat “Nina menangisi Andre  hingga membentuk sebuah sungai”. Ini adalah majas yang hiperbola juga.

Tentunya Nina tidak benar-benar menangis hingga membentuk sungai karena hal tersebut dapat dikatakan mustahil. Tetapi, dengan adanya majas tersebut ingin disampaikan bahwa Nina sangat sedih dan menangis sangat banyak karena Andre.

Atau Anda bisa juga menemukan wujud lain majas ini seperti pada kalimat berikut ini , “Aku akan mengarungi lautan dan juga gunung untuk menemuimu”.

Ini artinya, ia akan sanggup melakukan apapun meskipun hal tersebut terlihat sulit atau bahkan mendekati mustahil demi orang tersebut.

Begitulah majas yang hiperbola ini digunakan diberbagai karya, yang mana biasanya Anda temui di syair-syair dan juga puisi. Kalimat ini berguna untuk mendramatisir dan membuat kalimat-kalimat cerita menjadi lebih hidup.

 

Mempengaruhi Pendengar

Ciri yang selanjutnya dari gaya bahasa hiperbola adalah bahwa gaya bahasa yang satu ini akan mempengaruhi pendengar.

Hal ini tentunya dimaksudkan agar pendengar merasakan kesan yang kuat dan penekanan yang diberikan. Biasanya, ciri ini berhubungan dengan sesuatu yang sifatnya promosi.

Misalnya, suatu perusahaan yang mengiklankan produknya di televisi. Dengan menggunakan gaya bahasa hiperbola, calon pembeli bisa terpikat dan terpengaruh oleh produk yang ditawarkan karena iming-iming betapa baiknya produk tersebut.

Contohnya adalah produk shampoo menggunakan kalimat hiperbola “Shampoo ini mampu membuat rambut Anda seperti rambut Cinderella”.

Tentu saja rambut kalian tidak akan tiba-tiba berubah langsung menjadi seperti Cinderella bukan? Tetapi, kita semua mengakui bahwa rambut cinderella memang bagus, sehingga jika bisa mendekati itu saja, orang-orang sudah tertarik.

Atau contoh lainnya jika Teman-teman perhatikan, biasanya hiperbola digunakan untuk produk pasta gigi.

Berikut ini contoh kalimatnya “Gunakan pasta gigi merk Jenius ini, dijamin gigi Anda akan cemerlang bak berlian!” Sudah tentu artinya berbeda, karena merubah gigi kalian menjadi seperti berlian kan tidak mungkin.

Jika gigi kalian malah berubah menjadi berlian, justru kalian harus waspada karena bisa jadi ada kandungan kimia yang tidak benar pada pasta gigi tersebut. Tetapi kalimat ini ingin menunjukkan bahwa produk tersebut mampu membuat gigi Anda bersih dan cemerlang.

Apabila Anda mampu menggunakan gaya bahasa yang satu ini pada situasi yang tepat, maka majas yang satu ini mampu mengkomunikasikan berbagai perasaan dan juga menghibur seseorang.

Memuji seseorang menggunakan majas yang satu ini juga dapat membuat orang senang. Tetapi yang perlu Anda ingat, sebaiknya tidak menggunakan kalimat ini berlebihan ya.

 

Contoh Majas Hiperbola

Contoh penggunaan majas hiperbola

Ada banyak sekali contoh penggunaan majas hiperbola di kehidupan kita sehari-hari. Di bawah ini akan disediakan beberapa contoh penggunaan majas ini untuk memberikan Anda pemahaman yang lebih baik.

  1. Kini kakak adalah satu satunya orang yang membanting tulang, demi menghidupi keluarga kami yang sangat miskin
  2. Wajah Cintya bak permukaan bulan karena jarang merawatnya
  3. Rara tenggelam dalam hutang yang tidak bisa Ia bayarkan
  4. Bagaimanapun, Chika adalah darah daging dari Hendra meskipun merupakan hasil anak dari di luar nikah
  5. Meskipun harus mengarungi lautan dan mendaki gunung Everest, semuanya bisa kulakukan karena aku sangat mencintainya
  6. Bintang yang selama ini ingin diraih oleh Tata akhirnya dapat terwujud di tahun 2020
  7. Raihan segera lari secepat kilat mendengar akan diberikan uang jajan oleh ayahnya
  8. Salsa menangis semalaman hingga air matanya membentuk sebuah danau yang besar
  9. Mosha masih saja melakukan diet padahal badannya sudah tinggal tulang dan kulit saja, hal ini karena dia menderita anorexia.
  10. Perasaan Ibu masih terguncang mendengar kabar bahwa kakak mengalami kecelakaan saat akan pulang ke kampung halaman
  11. Jujur saja, setiap kali Mia melihat Bono, dunia serasa berhenti berputar karena jantungnya berdebar kencang
  12. Hati Norman layaknya es, karena itulah ia tidak pernah bisa memaafkan kesalahan wanita yang mematahkan hatinya dua tahun lalu
  13. Cantiknya Dila memang seperti bidadari surga, pantas saja banyak orang yang menyukainya
  14. Gaji buta yang didapatkan Kinara benar-benar sangat banyak
  15. Tendangan yang diberikan oleh Brono sangatlah kencang hingga ke langit

Dan masih banyak sekali contoh menggunakan gaya bahasa yang satu ini. Ingatlah, gunakan gaya bahasa ini dengan tepat sehingga esensi dan hal yang ingin disampaikan dapat tersampaikan dengan baik.

Kini pasti teman-teman sudah memahami dengan baik apa itu majas hiperbola, bukan? semoga artikel ini dapat memberikan manfaat!

Iqbal Hakim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *