Hierarki Pemukiman

http://sk.sagepub.com/images/geography/9781412956970-p2950-1.jpg

Hierarki pemukiman adalah konsep yang menjelaskan bahwa semakin banyak populasi pada suatu pemukiman, maka semakin lengkap layanan (service) pada pemukiman tersebut, serta semakin luas pula area geografisnya.

Namun, seiring dengan membesarnya suatu pemukiman, jumlah pemukiman yang setara dengan pemukiman tersebut (number of settlements) menjadi semakin sedikit.

Konsep ini adalah konsep yang sangat penting dalam tatanan geografi ekonomi dan geografi perkotaan.

Rank Size Rule

Rank size rule adalah argumen yang menyatakan bahwa semakin besar suatu kota, semakin sedikit pula kota yang setara dengannya. Rank size rule ini merupakan salah satu dasar dari pembahasan hierarki pemukiman. Dalam menentukan rank size rule, digunakan rumus dibawah ini.

xR(x) = M

x = Hierarki kota

R(x) = Populasi kota (ukuran kota)

M = Konstan

Kota-kota di negara maju umumnya memiliki korelasi yang baik dengan model ini, tidak seperti kota-kota di negara berkembang. Pada negara berkembang, terdapat gap yang besar antara kota utama (primate city) dengan kota-kota lainnya.

 

Contoh Hierarki Pemukiman

Mari kita membayangkan Jakarta dan Pekalongan. Dari segi populasi, sudah jelas Jakarta memiliki populasi yang lebih besar dibandingkan Pekalongan, yaitu 9 juta jiwa dibandingkan dengan 298.595 jiwa.

Jika kita perhatikan, fasilitas dan layanan yang disediakan di Jakarta juga lebih beragam, seperti adanya gelanggang olah raga, museum, mall dalam jumlah banyak, serta kereta commuter.

Pekalongan tidak memiliki kereta commuter, gelanggang olah raga, dan walaupun terdapat mall, jumlahnya masih kalah jauh jika dibandingkan dengan Jakarta.

Untuk barang barang tersier seperti smartphone, mobil, dan alat elektronik, Jakarta juga memiliki pilihan yang lebih beragam, brand smartphone luar seperti Apple memiliki lebih banyak Applestore di Jakarta ketimbang di Pekalongan, produsen mobil mewah seperti Lamborghini, Aston Martin, dan Bentley juga lebih memilih menempatkan showroomnya di Jakarta.

Mengapa hal ini terjadi? Mengapa barang-barang yang sulit dicari dan notabene mewah lebih mudah ditemukan di Jakarta dibandingkan di Pekalongan? Jawabannya adalah karena dua faktor yaitu Threshold dan Range.

 

Range dan Threshold

Threshold adalah ukuran minimum pasar yang dibutuhkan untuk memastikan profitabilitas suatu produk yang akan dijual.

Umumnya produk sandang pangan dan papan memiliki threshold sangat rendah karena semua orang membutuhkannya, sedangkan produk tersier seperti tv layar lebar dan mobil mewah membutuhkan penduduk yang lebih banyak, agar dari jumlah penduduk yang banyak tersebut, ada yang cukup kaya untuk membeli produknya.

Range adalah jarak maksimum yang akan ditempuh oleh pembeli untuk membeli produk yang dicari.

Pada titik tertentu, usaha yang dibutuhkan untuk mencari dan membeli produk tersebut menjadi tidak sepadan dengan manfaat yang diberikan jika pembeli membeli produk tersebut.

Oleh karena itu, range sangat tergantung kepada kebermanfaatan dan kelangkaan suatu produk.

Umumnya, populasi threshold suatu produk akan semakin besar jika produk tersebut merupakan produk mewah yang memiliki harga tinggi.

Semakin tinggi harganya, semakin sedikit orang yang mampu membeli produk tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkan jumlah orang yang banyak untuk memastikan ada pembeli.

Populasi threshold juga akan semakin tinggi ketika produk yang dijual adalah produk niche. Produk niche adalah produk yang kebermanfaatannya terbatas untuk golongan tertentu saja.

Secara umum range suatu produk akan semakin jauh ketika produk tersebut memiliki kebermanfaatan yang tinggi dan juga sulit untuk dicari. Penyediaan produk ini berkorelasi secara langsung dengan konsep titik sentral christaller dan juga losch.

Range pasar dari suatu produk hanya konstan jika kondisi pasar sempurna dan ceteris paribus. Namun, kita mengetahui bahwa pasar tidak selalu sempurna dan kondisi ekonomi tidak selalu ceteris paribus.

Oleh karena itu, Hotelling mengeluarkan teori mengenai monopoli spasial. Pada teori ini, perusahaan dapat menguasai pasar yang lebih besar dengan cara melakukan beberapa hal, yang antara lain adalah aglomerasi, dispersi, dan juga perang harga.

 

Hierarki Pemukiman Doxiadis

Salah satu penggagas settlement hierarchy adalah Konstantinos Apostolos Doxiadis yang menulis dalam bukunya Ekistics. Menurut Doxiadis, hierarki pemukiman idealnya adalah seperti ini, diurutkan dari yang memiliki jumlah populasi dan area terbesar.

  • Ecumenopolis

Ecumenopolis merupakan konstruk teoritis yang mengasumsikan seluruh wilayah kota di dunia bergabung menjadi satu.

Menurut PBB, pada tahun 2009, 50% populasi dunia sudah tinggal di perkotaan, sehingga jika menjadi ecumenopolis, maka jumlah penduduknya sekitar 3.4 milyar jiwa.

Hingga saat ini belum ada ecumenopolis sejati, sehingga contoh yang paling dengan kita mungkin adalah planet Coruscant pada film Star Wars.

  • Megalopolis

Megalopolis merupakan aglomerasi dari banyak konurbasi. Idealnya setiap konurbasi memiliki penduduk lebih dari 10 juta jiwa.

  • Conurbation

Conurbation dapat diartikan sebagai kumpulan beberapa metropolis yang terkoneksi menjadi satu. Umumnya populasi konurbasi berada diantara 3 juta – 10 juta jiwa.

  • Metropolis

Pemukiman yang dikategorikan sebagai metropolis merupakan gabungan dari sebuah kota besar dan wilayah suburban sekitarnya, ia umumnya terdiri dari berbagai satuan city dan town.

  • Kota Besar (Large city)

Kota besar merupakan kota yang memiliki populasi diantara 300.000 – 1 juta jiwa.

  • Kota (City)

Kota merupakan pemukiman yang sudah memiliki tingkat pelayanan dan fasilitas mumpuni, namun belum selengkap kota besar. Umumnya ia memiliki populasi diantara 100.000 – 300.000

  • Kota Besar (Large town)

Large town merupakan pemukiman yang memiliki penduduk 20.000 – 100.000 jiwa

  • Kota (Town)

Town merupakan pemukiman yang memiliki penduduk 1.000 – 20.000 jiwa

  • Desa

Desa merupakan pemukiman yang lebih besar dari hamlet, namun lebih kecil dari kota (town).

Desa memiliki karakteristik pedesaan yang kental, dan tidak memiliki fasilitas yang selengkap kota. Idealnya sebuah desa selain memiliki fasilitas dan pelayanan dasar juga memiliki toko kecil, tempat ibadah, dan kantor pos.

  • Hamlet

Hamlet merupakan kategori pemukiman yang memiliki populasi dibawah 100 jiwa, dan memiliki tingkat fasilitas serta pelayanan yang sangat mendasar, seperti air bersih, listrik, transportasi, dan warung.

  • Pemukiman terisolasi

Pemukiman seperti ini hanya akan mempunyai 1 atau 2 bangunan dan keluarga. Ia akan memiliki level pelayanan (service) yang sangat kurang, atau bahkan tidak ada.

Hal ini mirip sekali dengan penggolongan kota yang sudah pernah kita bahas. Pada pembahasan kali ini, dimasukkan dimensi mengenai jumlah kota setara yang berkurang semakin tinggi rank dari kota tersebut.

 

Referensi

Modern Urban and Regional Economics, McCann, Phillips

Geography an Integrated Approach, Waugh, David

Tinggalkan komentar