Kapal VoC

Gold, Glory, Gospel: 3G Semboyan Kolonialisme Eropa

Diposting pada

Gold, Glory, dan Gospel atau kerap disebut juga sebagai Gold, Glory, and God adalah semboyan yang mendasari aktivitas eksplorasi, eksploitasi, dan pada akhirnya kolonialisme serta imperialisme yang dilakukan bangsa Eropa pada tahun 1400 hingga 1750an.

Jika kita lihat kebelakang, hampir semua aktivitas kolonialisme tersebut mengacu pada ketika tujuan yang ada pada semboyan ini. Untuk mendapatkan kekayaan, untuk menyebarkan agama kristen katolik, dan untuk mendapatkan ketenaran dan kejayaan dari menemukan tanah-tanah jajahan baru.

Indonesia sendiri, merupakan salah satu target dari kolonialisme bangsa Eropa ini. Indonesia pernah dijajah oleh beberapa negara yang antara lain adalah Spanyol, Portugis, Belanda, dan Inggris. Umumnya, motif negara-negara tersebut untuk menguasai Indonesia adalah karena gold yang mana Indonesia memiliki banyak sekali rempah-rempah.

Pada saat itu, rempah merupakan komoditas dengan harga jual yang sangat mahal di Eropa. Selain karena perdagangannya dikontrol oleh kesultanan Turki Utsmani dan pada pedagang dari Venesia, belum ada jalur langsung yang dapat digunakan untuk mengirimkan rempah. Semuanya harus melewati India, Arab, dan Konstantinopel terlebih dahulu sebelum dijual secara bebas di Venesia, Genoa, ataupun Sevilla.

Oleh karena itu, bangsa Eropa berlomba-lomba untuk menemukan jalur perdagangan alternatif agar mereka bisa mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Dengan adanya semangat eksplorasi ini, perlahan-lahan muncul lah semboyan gold, glory, dan gospel yang kelak akan menjadi ruh dari aktivitas kolonialisme bangsa Eropa.

Sejarah dari Gold Glory Gospel

Momen dimana Christopher Columbus menemukan benua Amerika merupakan salah satu peristiwa penting dalam era kolonialisme
Momen dimana Christopher Columbus menemukan benua Amerika merupakan salah satu peristiwa penting dalam era kolonialisme

Tahun 1400-1700an merupakan era dimana aktivitas kolonialisme dan imperialisme bangsa Eropa sedang aktif-aktifnya. Mereka melakukan ekspansi besar besaran untuk menguasai daerah baru baik di benua Amerika maupun di Asia dan Afrika.

Semangat kolonialisme ini umumnya dapat disarikan menjadi 3 kata yaitu gold, glory, dan gospel. Hampir semua aktivitas kolonialisme memiliki tujuan akhir salah satu atau bahkan semua dari 3 kata tersebut.

Pelopor dari era kolonialisme ini salah satunya adalah Spanyol dan Portugis. Kedua negara ini memiliki banyak keunggulan yang menyebabkan mereka dapat mendominasi lautan dan perdagangan di seluruh dunia. Mereka merupakan pionir yang mendorong negara-negara Eropa lain untuk mulai melakukan kolonialisme secara besar besaran, mengikuti kedua negara ini.

Pada awalnya, semangat eksplorasi kedua negara ini didasari oleh jatuhnya kota Konstantinopel kepada kesultanan Turki Utsmani. Dengan dikuasainya Konstantinopel yang merupakan gerbang perdagangan antara Eropa dengan Asia, maka harus dicari jalur perdagangan lain.

Terlebih lagi, ada persaingan antara pemerintahan kedua negara tersebut dengan negara venesia dan genoa yang memonopoli perdagangan di laut mediterania. Oleh karena itu, semakin diperlukanlah jalur perdagangan lain yang dapat digunakan untuk mengakuisisi rempah-rempah dan sutra.

Seiring dengan ditaklukannya wilayah-wilayah kekuasaan baru di Afrika, Asia, dan Amerika, kepentingan yang dibawa tidak hanya berupa kepentingan para pedagang. Muncul pula kepentingan-kepentingan lain seperti misi penyebaan agama yang dibawa oleh vatikan serta ambisi-ambisi para raja untuk menguasai lebih banyak wilayah diseluruh dunia.

Oleh karena itu, seiring dengan berkembangnya kolonialisme dan imperialisme, tujuan utama nya bukan lagi hanya gold tetapi glory dan gospel juga menjadi tujuan. Namun, tentu saja tiap-tiap negara memiliki orientasi dan tujuan utama yang berbeda-beda dalam melakukan kolonialisme.

Mungkin saja, Belanda lebih mementingkan gold dengan eksploitasinya terhadap salah satu penghasil rempah terbesar di dunia yaitu kepulauan Indonesia. Selain itu, Belanda juga merupakan salah satu negara dengan skema eksploitasi paling efektif melalui perusahaan-perusahaan swasta dan pemanfaatan dana masyarakat. Salah satu perwujudannya adalah pembentukan perusahaan terbesar di dunia yaitu VoC yang sudah seperti negara sendiri.

Inggris mungkin lebih mementingkan glory dengan slogan the sun never sets on the british empire atau matahari tidak pernah tenggelam pada kerajaan Inggris. Wilayah kekuasaan Inggris yang tersebar di seluruh dunia dan ada di setiap zona waktu pasti akan senantiasa merasakan matahari. Secara implisit, harapannya juga dengan kerajaan yang sangat besar dan berkuasa itu, Inggris akan selalu menjadi negara adidaya penguasa dunia.

Spanyol mungkin saja lebih mementingkan gospel dengan banyaknya misi-misi religius yang dibentuk oleh kerajaan Spanyol di daerah-daerah kekuasaannya. Selain itu, Spanyol juga merupakan salah satu negara selain Portugis yang mendapatkan ketetapan dari vatikan untuk menyebarkan agama katolik ke seluruh penjuru dunia.

Namun, perlu diketahui bahwa semboyan gold, glory, dan gospel ini diawali dan dicetuskan oleh bangsa Spanyol dalam segala proses kolonisasi mereka terhadap ‘dunia baru’ di Amerika, Afrika, serta Asia.

 

Gold

Kekayaan merupakan salah satu motivasi utama aktivitas kolonialisme dan imperialisme bangsa barat
Kekayaan merupakan salah satu motivasi utama aktivitas kolonialisme dan imperialisme bangsa barat

Gold atau emas merupakan istilah bagi segala upaya untuk mendapatkan kekayaan atau keuntungan material dari aktivitas eksplorasi dan pada akhirnya eksploitasi yang dilakukan oleh negara-negara Eropa pada saat itu.

Umumnya, gold didapatkan dengan cara menjual rempah-rempah asia, budak-budak afrika, serta logam mulia yang berasal dari Amerika.

Seiring dengan berkembangnya perekonomian Eropa pasca abad kegelapan, muncul lah beberapa dinasti pedagang yang berhasil mengakumulasi kekayaan dan kekuatan politik yang cukup banyak di negara masing-masing.

Dinasti-dinasti ini berhasil meyakinkan raja-raja yang ada di Eropa pada saat itu untuk mencari jalur perdagangan alternatif agar dapat menghasilkan uang lebih banyak dari perdagangan rempah dan sutra Asia. Salah satunya adalah dengan cara mencari india, sebuah lokasi yang dipercaya merupakan pusat perdagangan rempah sebelum diekspor ke Eropa.

Lobi para pedagang yang kuat ini berhasil meyakinkan raja-raja Eropa pada saat itu untuk mengirimkan ekspedisi ke berbagai belahan dunia.

Salah satunya adalah Portugal yang mengirimkan kapal-kapalnya ke bagian selatan Afrika yang nantinya akan melewati tanjung harapan dan menemukan India. Berbeda dengan Portugal, Spanyol memilih untuk berlayar lurus ke barat hingga akhirnya Christopher Colombus menemukan benua Amerika.

Meskipun menempuh rute yang berbeda, kedua negara ini berhasil mendapatkan kekayaan yang sangat besar dari kegiatan eksplorasinya. Spanyol dengan emas, perak, dan coklat yang ada di benua Amerika. Portugal dengan gading, budak, kopi serta rempah-rempah yang berasal dari Afrika dan India.

Kesuksesan ekspedisi-ekspedisi inilah yang menjadi motor penggerak bagi bangsa Eropa untuk melakukan aktivitas eksplorasi dan yang lebih intens. Semangat eksplorasi ini pada akhirnya akan berubah menjadi eksploitasi dan akhirnya kolonialisme serta imperialisme.

Inggris pada akhirnya akan menguasai India dan memonopoli perdagangan teh. Portugal dan Belanda akan memonopoli perdagangan budak dan rempah Asia lewat markas-markasnya di Afrika dan Nusantara. Sedangkan Spanyol akan memonopoli perdagangan emas dan perak dari benua Amerika dengan spanish treasure fleet-nya yang tersohor.

 

Glory

Kejayaan di medan pertempuran dan ekspansi wilayah kekuasaan juga merupakan sala satu tujuan utama dari kolonialisme yang dilakukan oleh negara-negara Eropa
Kejayaan di medan pertempuran dan ekspansi wilayah kekuasaan juga merupakan sala satu tujuan utama dari kolonialisme yang dilakukan oleh negara-negara Eropa

Glory merupakan istilah yang menggambarkan bagaimana raja-raja di Eropa berusaha untuk meningkatkan prestis mereka dan negaranya dengan cara memperluas daerah jajahan.

Perlu diingat bahwa pada masa ini, benua Eropa baru saja keluar dari zaman kegelapannya. Pertempuran antar negara atau bahkan secara internal dari sebuah negara senantiasa terjadi setiap saat. Fakta ini ditambah dengan perang salib dan reconquista semenanjung Iberia dari bangsa moor merupakan katalis munculnya glorifikasi kemampuan militer dari sebuah negara.

Negara yang mampu memenangkan perang, memiliki angkatan bersenjata yang hebat, atau memiliki daerah jajahan yang banyak akan cenderung dianggap lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain.

Tentu saja, untuk melakukan hal-hal tersebut, dibutuhkan orang-orang yang hebat pula. Oleh karena itu, negara-negara Eropa mengobral gelar kehormatan, titel raja, hingga uang dan tanah untuk mendorong tokoh-tokohnya melakukan hal-hal hebat yang dapat dibanggakan.

Karena di Eropa semua wilayah sudah ada yang menguasai, sangat sulit bagi negara-negara tersebut untuk memperluas jajahannya di benua Eropa. Ketersediaan lahan-lahan kosong dalam jumlah banyak di Amerika dan Afrika dianggap sebagai peluang besar bagi negara dan raja-rajanya untuk memperluas daerah jajahan masing-masing dan mendapatkan ketenaran di mata negara lain.

 

Gospel

Penyebaran agama katolik juga merupakan motif pendorong dalam melakukan kolonisasi. Bangsa Spanyol menganggap ini adalah pekerjaan mulia yang dimandatkan kepada mereka oleh vatikan dan paus pada saat itu
Penyebaran agama katolik juga merupakan motif pendorong dalam melakukan kolonisasi. Bangsa Spanyol menganggap ini adalah pekerjaan mulia yang dimandatkan kepada mereka oleh vatikan dan paus pada saat itu

Gospel atau God merupakan istilah yang menggambarkan semangat negara-negara Eropa untuk menyebarkan ajaran agama kristen katolik ke seluruh dunia. Semangat ini sangat ditunjukkan oleh negara Spanyol dalam segala aktivitas eksplorasi dan eksploitasinya di ‘dunia baru’.

Selain karena dampak dari reconquista terhadap kaum moor dari dinasti Almoravid dan Almohads yang masih membekas di ingatan para jendral dan raja Spanyol, ada pula persetujuan dalam bentuk papal bull dari vatikan yang mengamanatkan Spanyol untuk menyebarkan agama katolik ke suku-suku barbar yang ada di ‘dunia baru’.

Umumnya, semboyan gospel diwujudkan dengan membentuk misi-misi katolik di daerah-daerah yang sudah dikuasai. Misi atau missionary/mission ini bertujuan untuk mengajarkan agama katolik kepada masyarakat lokal dan perlahan-lahan mengkonversi mereka.

Bangsa Spanyol percaya bahwa dengan menyebarkan agama katolik ke seluruh dunia, mereka sedang mengerjakan suatu pekerjaan yang suci. Kita sering mendengar bahwa Spanyol sering kali melakukan agresi atas dasar penyebaran agama, bukan semata atas dasar kekayaan atau prestis.

Kepercayaan itulah yang menyebabkan Spanyol rela melakukan penyebaran agama secara paksa ke seluruh belahan dunia. Meskipun sering kali penyebaran agama ini menciptakan perubahan sosial yang positif bagi masyarakat lokal. Tidak jarang juga masyarakat lokal dibunuh dan diperbudak karena tidak mau menganut agama katolik yang dibawa oleh Spanyol.

 

Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya, gold, glory, dan gospel merupakan kristalisasi dari semangat eksplorasi dan eksploitasi yang ditunjukkan oleh bangsa Eropa pada zaman kolonialisme.

Semangat ini memiliki banyak bentuk, mulai dari pembentukan misi katolik, perdagangan budak, perampasan tanah dari suku pribumi, hingga eksploitasi sumber daya alam negara jajahan.

Namun, semua tindakan itu pasti akan bermuara kepada salah satu diantara gold, glory, atau gospel. Bahkan, tidak jarang tindakan kolonialisme dan imperialisme suatu negara bermuara kepada tiga-tiganya. Karena pada zaman itu, garis pembatas antara kejayaan, kekayaan, dan keagamaan sangatlah tipis.

Iqbal Hakim

8 komentar.

  1. Bangsa barat datang ke Asia untuk berbagai tujuan. Salah satunya adalah mencari daerah penghasil rempah rempah. Rempah rempah pada saat itu adalah komoditas dagang yang mahal dan sulit untuk dicari. Oleh karena itu , bangsa barat seperti portugis, inggris , dan belanda datang ke indonesia.
    Bangsa Barat datang ke Indonesia untuk menguasai perdagangan rempah rempah langsung pada sumbernya. Dengan cara menerapkan sistem monopoli perdagangan , yakni bangsa barat bertindak sebagai salah satunya pembeli dengan harga yang mereka tentukan. Tindakan tersebut tentunya merugikan masyarakat pribumi.
    Bangsa Barat juga datang ke Indonesia untuk menguasai indonesia yang memiliki wilayah strategis , baik untuk perdagangan maupun untuk militer. Dengan kekuatan armada tempur dan strategi pecah belah , bangsa barat memaksa penguasa setempat untuk menandatangani perjanjian yang mengesahkan penguasaan atas suatu wilayah yang strategis.
    Selain untuk menguasai perdagangan rempah rempah dan menguasai wilayah indonesia , bangsa barat juga mempunyai tujuan lain , yaitu menyebarkan agama nasrani / kristen pada masyarakat pribumi. Bangsa barat yang tiba pertama kali di indonesia bagian timur menyebarkan agama nasrani di sana yang berkembang hingga saat ink di indonesia.
    Nama anggota:
    Evansyah M (11)
    M Ludy Adinugroho (21)
    Rakhmad Yoga A (26)

  2. Setelah membaca uraian di atas saya menjadi tahu apa itu 3G (Gold, Glory, dan Gospel), yakni semboyan yang menjadi dasar dalam aktivitas eksplorasi dan eksploitasi yang pada akhirnya kolonialisme serta imperialisme yang dilakukan oleh bangsa Eropa pada tahun 1400 sampai 1750-an.

  3. Dari uraian di atas saya menjadi tahu apa tujuan yang terdapat pada semboyan 3G (Gold, Glory, dan Gospel), yaitu untuk memperoleh kekayaan, untuk menyebarkan agama kristen katolik, dan untuk memperoleh kejayaan dari adanya penemuan tanah jajahan yang baru.

  4. Setelah membaca penjelasan di atas saya menjadi tahu bahwa pada awalnya semangat eksplorasi dan eksploitasi didasari oleh jatuhnya kota Konstantinopel kepada kesultanan Turki Utsmani, karena dengan dikuasainya Konstantinopel yang merupakan gerbang perdagangan antara Eropa dengan Asia, maka terpaksa harus mencari jalur perdagangan yang lainnya.

  5. Berdasarkan penjelasan tersebut saya menjadi tahu pelopor dari era kolonialisme ini salah satunya adalah Spanyol dan Portugis. Kedua negara ini memiliki banyak sekali keunggulan yang dapat menyebabkan mereka bisa mendominasi lautan dan perdagangan hampir di seluruh bagian dunia. Mereka adalah pionir yang mendorong bangsa Eropa lainnya untuk mulai melakukan kolonialisme secara besar-besaran, mengikuti kedua negara ini.

  6. 1. Setelah membaca uraian di atas saya menjadi tahu apa itu 3G (Gold, Glory, dan Gospel), yakni semboyan yang menjadi dasar dalam aktivitas eksplorasi dan eksploitasi yang pada akhirnya kolonialisme serta imperialisme yang dilakukan oleh bangsa Eropa pada tahun 1400 sampai 1750-an.

    2. Dari uraian di atas saya menjadi tahu apa tujuan yang terdapat pada semboyan 3G (Gold, Glory, dan Gospel), yaitu untuk memperoleh kekayaan, untuk menyebarkan agama kristen katolik, dan untuk memperoleh kejayaan dari adanya penemuan tanah jajahan yang baru.

    3. Dari uraian tersebut saya menjadi tahu motif kedatangan bangsa Eropa seperti Spanyol, Portugis, Belanda, dan Inggris yang kemudian menerapkan kolonialisme di Indonesia yaitu untuk menguasai wilayah Indonesia yang mana Gold itu sendiri adalah Indonesia banyak sekali memiliki rempah-rempah.

    4. Berdasarkan penjelasan di atas saya menjadi tahu bagaimana sejarah dari semboyan 3G (Gold, Glory, dan Gospel), momen dimana Christopher Columbus mulai menemukan benua Amerika yang mana merupakan salah satu peristiwa penting pada era kolonialisme.

    5. Berdasarkan penjelasan tersebut saya menjadi tahu pelopor dari era kolonialisme ini salah satunya adalah Spanyol dan Portugis. Kedua negara ini memiliki banyak sekali keunggulan yang dapat menyebabkan mereka bisa mendominasi lautan dan perdagangan hampir di seluruh bagian dunia. Mereka adalah pionir yang mendorong bangsa Eropa lainnya untuk mulai melakukan kolonialisme secara besar-besaran, mengikuti kedua negara ini.

    6. Setelah membaca penjelasan di atas saya menjadi tahu bahwa pada awalnya semangat eksplorasi dan eksploitasi didasari oleh jatuhnya kota Konstantinopel kepada kesultanan Turki Utsmani, karena dengan dikuasainya Konstantinopel yang merupakan gerbang perdagangan antara Eropa dengan Asia, maka terpaksa harus mencari jalur perdagangan yang lainnya.

    7. Setelah membaca blog ini saya menjadi tahu mengenai Belanda yang lebih mengutamakan Gold dengan eksploitasinya terhadap salah satu penghasil rempah terbesar di dunia yakni kepulauan Indonesia. Salah satu perwujudan Belanda adalah dengan membentuk perusahaan terbesar di dunia yaitu VOC yang sudah seperti negara mereka sendiri.

    8. Dari sini saya mengetahui, berbeda dengan Belanda, Inggris lebih mengutamakan glory dengan menggunakan slogan the sun never sets on the british empire alias matahari tidak akan pernah tenggelam pada kerajaan Inggris. Pada intinya, harapan mereka untuk menjadi kerajaan yang sangat besar dan Inggris akan selalu menjadi negara penguasa di dunia saat itu.

    9. Dari blog ini saya menjadi tahu, berbeda dengan Belanda dan Inggris, Spanyol lebih mementingkan gospel dengan banyaknya misi religius yang telah dibentuk oleh kerajaan Spanyol pada daerah kekuasaannya. Spanyol juga merupakan salah satu negara selain Portugis yang memperoleh ketetapan dari vatikan untuk mulai menyebarkan agama katolik ke berbagai penjuru dunia.

    10 Dari blog ini saya menjadi tahu mengenai pengertian semboyan 3G (Gold, Glory, dan Gospel), bagaimana sejarah dari adanya semboyan 3G (Gold, Glory, dan Gospel), serta latar belakang adanya Kolonialisme di Indonesia. Pada blog ini bahasa yang digunakan sangat mudah dipahami terutama saya sebagai siswa pun dapat mengerti dengan jelas dari apa saja uraian materi yang dibahas dalam blog ini.

    11. Dari uraian di atas saya dapat mengambil kesimpulan bahwa pada dasarnya, semboyan 3G (Gold, Glory, dan Gospel) adalah bentuk kristalisasi dari adanya semangat eksplorasi dan eksploitasi yang ditunjukkan oleh bangsa Eropa pada zaman kolonialisme. Semangat ini memiliki berbagai bentuk seperti pembentukan misi katolik, perdagangan budak, dan perampasan tanah oleh penjajah dari tangan pribumi, serta eksploitasi SDA oleh negara jajahan.

    12. Dari uraian di atas saya juga menjadi tahu apa itu glory yaitu, istilah yang menggambarkan bagaimana raja-raja di Eropa berusaha untuk meningkatkan prestis mereka dan negaranya dengan cara memperluas daerah jajahan dan ketersediaan lahan-lahan kosong dalam jumlah banyak di Amerika dianggap sebagai peluang besar bagi negara dan raja-raja untuk memperluas daerah jajahan masing-masing dan mendapatkan ketenaran mata negara lain.

    13. Dan dari uraian di atas saya juga menjadi tahu bahwa, negara-negara Eropa mengobral gelar kehormatan, titel raja, hingga uang dan tanah untuk mendorong tokoh-tokohnya melakukan hal-hal hebat yang dapat dibanggakan.

    14. Dari uraian diatas saya menjadi tahu adanya semboyan 3G menjadi dasar pada seluruh aktivitas kolonialisme dan imperialisme bangsa Eropa pada sekitar tahun 1400-1750an. Aktivitas yang dimaksud, mengacu pada perebutan kekayaan, penyebaran agama Kristen Katolik, dan ketenaran di tanah jajahan, salah satunya adalah negara kita yaitu Indonesia karena kekayaan alam yang kita punya.

    15. Dan dari uraian diatas saya menjadi tahu bahwa pelopor era kolonialisme 1400-1750 ini adalah Spanyol dan Portugis. Dimana keduanya merupakan negara yang unggul, dan mampu mendominasi perdagangan laut seluruh dunia.

    16. Dari ini saya mengetahui jatuhnya kota Konstantinopel sebagai gerbang perdagangan Eropa dan Asia, menjadi dasar semangat eksplorasi bagi Eropa. Lalu, mereka berhasil menguasai Konstantinopel milik Kesultanan Turki Utsmani, dan semakin berambisi untuk mengakuisisi jalur perdagangan, rempah-rempah, dan sutra.

    17. Dari uraian diatas saya mengetahui aktivitas ekspedisi kolonialisme dan imperialisme ini berhasil mendapat kekayaan besar dari bermacam-macam rute yang berbeda.

    18. Dan dari uraian diatas saya mengetahui bahwa dari satu diantara 3 semboyan tersebut, Gospel menjadi alasan bahwa kepercayaan menyebar agama Katolik ke seluruh dunia merupakan sesuatu yang suci dan harus dikerjakan. Maka dari itu, Spanyol terus melakukan agresi atas dasar penyebaran agama Katolik ke seluruh belahan dunia, tanpa memperhatikan dampak positif maupun negatifnya bagi masyarakat lokal.

    19. Dan dari uraian diatas saya mengetahui bahwa akibat dari semboyan 3G ini, yaitu Gold, Glory, dan Gospel, memberi dampak pada perubahan sosial di masyarakat. Semangat eksplorasi dan eksploitasi yang berujung menjadi semangat kolonialisme dan imperialisme, mengakibatkan terbentuknya misi Katolik, perdagangan budak, hingga perampasan tanah dan sumber daya alam dari suku pribumi.

    Kesimpulan : Semboyan 3G menjadi muara dari segala tindakan kolonialisme dan imperialisme yang telah terjadi di seluruh dunia, seperti kejayaan, kekayaan, dan keagamaan dengan masing-masing dampak yang merugikan maupun menguntungkan pada suatu pihakk dan tidak seimbang

  7. 1. Setelah membaca uraian di atas saya menjadi tahu apa itu 3G (Gold, Glory, dan Gospel), yakni semboyan yang menjadi dasar dalam aktivitas eksplorasi dan eksploitasi yang pada akhirnya kolonialisme serta imperialisme yang dilakukan oleh bangsa Eropa pada tahun 1400 sampai 1750-an.

    2. Dari uraian di atas saya menjadi tahu apa tujuan yang terdapat pada semboyan 3G (Gold, Glory, dan Gospel), yaitu untuk memperoleh kekayaan, untuk menyebarkan agama kristen katolik, dan untuk memperoleh kejayaan dari adanya penemuan tanah jajahan yang baru.

    3. Dari uraian tersebut saya menjadi tahu motif kedatangan bangsa Eropa seperti Spanyol, Portugis, Belanda, dan Inggris yang kemudian menerapkan kolonialisme di Indonesia yaitu untuk menguasai wilayah Indonesia yang mana Gold itu sendiri adalah Indonesia banyak sekali memiliki rempah-rempah.

    4. Berdasarkan penjelasan di atas saya menjadi tahu bagaimana sejarah dari semboyan 3G (Gold, Glory, dan Gospel), momen dimana Christopher Columbus mulai menemukan benua Amerika yang mana merupakan salah satu peristiwa penting pada era kolonialisme.

    5. Berdasarkan penjelasan tersebut saya menjadi tahu pelopor dari era kolonialisme ini salah satunya adalah Spanyol dan Portugis. Kedua negara ini memiliki banyak sekali keunggulan yang dapat menyebabkan mereka bisa mendominasi lautan dan perdagangan hampir di seluruh bagian dunia. Mereka adalah pionir yang mendorong bangsa Eropa lainnya untuk mulai melakukan kolonialisme secara besar-besaran, mengikuti kedua negara ini.

    6. Setelah membaca penjelasan di atas saya menjadi tahu bahwa pada awalnya semangat eksplorasi dan eksploitasi didasari oleh jatuhnya kota Konstantinopel kepada kesultanan Turki Utsmani, karena dengan dikuasainya Konstantinopel yang merupakan gerbang perdagangan antara Eropa dengan Asia, maka terpaksa harus mencari jalur perdagangan yang lainnya.

    7. Setelah membaca blog ini saya menjadi tahu mengenai Belanda yang lebih mengutamakan Gold dengan eksploitasinya terhadap salah satu penghasil rempah terbesar di dunia yakni kepulauan Indonesia. Salah satu perwujudan Belanda adalah dengan membentuk perusahaan terbesar di dunia yaitu VOC yang sudah seperti negara mereka sendiri.

    8. Dari sini saya mengetahui, berbeda dengan Belanda, Inggris lebih mengutamakan glory dengan menggunakan slogan the sun never sets on the british empire alias matahari tidak akan pernah tenggelam pada kerajaan Inggris. Pada intinya, harapan mereka untuk menjadi kerajaan yang sangat besar dan Inggris akan selalu menjadi negara penguasa di dunia saat itu.

    9. Dari blog ini saya menjadi tahu, berbeda dengan Belanda dan Inggris, Spanyol lebih mementingkan gospel dengan banyaknya misi religius yang telah dibentuk oleh kerajaan Spanyol pada daerah kekuasaannya. Spanyol juga merupakan salah satu negara selain Portugis yang memperoleh ketetapan dari vatikan untuk mulai menyebarkan agama katolik ke berbagai penjuru dunia.

    10 Dari blog ini saya menjadi tahu mengenai pengertian semboyan 3G (Gold, Glory, dan Gospel), bagaimana sejarah dari adanya semboyan 3G (Gold, Glory, dan Gospel), serta latar belakang adanya Kolonialisme di Indonesia. Pada blog ini bahasa yang digunakan sangat mudah dipahami terutama saya sebagai siswa pun dapat mengerti dengan jelas dari apa saja uraian materi yang dibahas dalam blog ini.

    11. Dari uraian di atas saya dapat mengambil kesimpulan bahwa pada dasarnya, semboyan 3G (Gold, Glory, dan Gospel) adalah bentuk kristalisasi dari adanya semangat eksplorasi dan eksploitasi yang ditunjukkan oleh bangsa Eropa pada zaman kolonialisme. Semangat ini memiliki berbagai bentuk seperti pembentukan misi katolik, perdagangan budak, dan perampasan tanah oleh penjajah dari tangan pribumi, serta eksploitasi SDA oleh negara jajahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *