Pengertian, Dampak, serta Jenis-Jenis Eksternalitas

Eksternalitas adalah biaya atau manfaat yang didapatkan oleh pihak ketiga yang tidak dapat memilih untuk mendapatkan atau tidak dampak tersebut. Contoh nyata dari eksternalitas adalah pada perusahaan listrik yang membangun pembangkit listriknya dekat dengan pemukiman penduduk.

Biaya yang harus ditanggung oleh perusahaan tersebut hanya meliputi biaya operasional dan pembelian bahan bakar pembangkit. Namun, penduduk yang tinggal di sekitar pembangkit mengalami penyakit pernafasan karena polusi yang disebabkan oleh pembangkit tersebut.

Perusahaan listrik tidak peduli dan tidak mengurusi mereka karena mereka bukan bagian dari perusahaan tersebut, walaupun mereka terkena dampak dari aktivitas perusahaan. Fenomena ini disebut dengan eksternalitas.

 

Dampak Eksternalitas

Eksternalitas merupakan dampak yang tidak dapat dipilih atau ditolak oleh pihak ketiga karena kejadiannya diluar kontrol pihak tersebut, oleh karena itu, banyak anggapan bahwa eksternalitas bersifat merugikan.

Merugikan disini bukan hanya merugikan pihak ketiga yang dipengaruhi oleh eksternalitas, namun ternyata juga dapat merugikan perusahaan yang menyebabkan eksternalitas tersebut.

Eksternalitas negatif sudah jelas-jelas merugikan pihak ketiga, contohnya adalah perokok yang menyebabkan orang-orang disekitarnya terpapar asap rokok dan pabrik pembangkit yang mencemari udara sekitar.

Eksternalitas negatif menguntungkan pihak pelaku karena mereka tidak harus membayar atau memperhitungkan dampak aktivitas mereka yang berdampak kepada wilayah sekitar.

Meskipun begitu, sekarang sudah mulai ada kebijakan seperti carbon tax dan kebijakan lainnya yang mencoba menginternalisasi dampak eksternalitas.

Eksternalitas positif juga secara tidak langsung merugikan, namun yang dirugikan adalah pihak pelaku. Karena pelaku tersebut menyebabkan manfaaat yang berguna bagi semua pihak, seharusnya ada balas jasa atau insentif yang diberikan oleh pihak lain agar lebih banyak produk yang dihasilkan.

Ketika pelaku usaha yang menyebabkan eksternalitas positif tidak diberikan insentif, maka akan terjadi inefisiensi produksi. Inefisiensi ini terjadi ketika barang yang diproduksi tidak memenuhi jumlah optimal bagi kemaslahatan masyarakat.

Berkaca dari kasus diatas, contoh utama bagi eksternalitas positif adalah sektor keamanan, sektor kesehatan publik, dan sektor pendidikan. Semua sektor ekonomi tersebut menyumbang manfaat yang sangat besar bagi masyarakat sehingga seharusnya diberikan insentif.

Masalah utama yang disebabkan oleh eksternalitas positif adalah free rider problem dimana orang-orang yang tidak berkontribusi terhadap penyediaan jasa ikut memanfaatkan jasa tersebut.

Contoh paling mudah adalah orang-orang yang menolak membayar pajak ikut menikmati pembangunan jalan dan jaringan lampu jalanan, atau ketika orang-orang yang tidak mau melakukan vaksinasi tetap aman dari penyakit karena adanya herd immunity yang melindunginya.

 

Contoh-Contoh Eksternalitas

Secara umum, terdapat 5 jenis eksternalitas, yaitu negatif, positif, inframarginal, teknologi, dan posisional.

Negatif

Eksternalitas negatif adalah aktivitas ekonomi yang menyebabkan dampak negatif pada pihak ketiga. Dampak ini dapat muncul saat tahap produksi, distribusi, atau konsumsi dari suatu produk.

Polusi, salah satu contoh dampak kegiatan produksi dan distribusi dianggap sebagai eksternalitas karena dampak yang diberikan bukan terhadap pelaku polusi, tetapi kepada masyarakat sekitarnya.

Rata-rata eksternalitas negatif berhubungan dengan dampak lingkungan dari kegiatan ekonomi. Eksternalitas negatif umumnya dibagi menjadi dua sisi, yaitu dari segi produksi dan dari segi konsumsi.

Eksternalitas Negatif Produksi

Eksternalitas Negatif Produksi
Ilustrasi Eksternalitas Negatif Produksi

Pada grafik diatas, dapat dilihat bahwa private cost (MPC) yang ada lebih kecil dibandingkan dengan dampaknya (MSC). Oleh karena itu, perusahaan dapat memproduksi barang lebih banyak (Q2) dibandingkan nilai optimalnya (Q1) jika sudah memperhitungkan eksternalitas.

Inefisiensi pasar ini menyebabkan terjadinya deadweight loss welfare yang disebabkan oleh overproduksi barang/jasa ber eksternalitas negatif.

Untuk menyelesaikan masalah ini, sebaiknya dinaikkan private cost nya agar setara dengan marginal social cost (MSC). Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan kebijakan atau denda kepada perusahaan. Berikut ini adalah beberapa contoh dari eksternalitas negatif dari segi produksi

  • Polusi udara yang disebabkan oleh produksi dan distribusi barang dapat menyebabkan kerusakan pada tumbuhan dan bangunan (hujan asam) serta menimbulkan penyakit pernafasan dan penyakit kulit bagi penduduk sekitar.
  • Polusi air yang disebabkan oleh produksi dan distribusi barang lewat laut juga dapat menyebabkan kerusakan pada ekosistem perairan. Pencemaran air yang parah juga dapat mengurangi jumlah air yang dapat diminum dan dimanfaatkan oleh manusia.
  • Polusi tanah yang disebabkan pembuangan sampah dan aktivitas produksi seperti pertambangan dan pengeboran dapat merusak daur air, ekosistem daratan, serta mengurangi luas daerah yang dapat dimanfaatkan untuk membangun.
  • Polusi suara yang terjadi saat proses produksi dan distribusi dapat mengganggu secara fisik maupun mental.
  • Dampak negatif pertanian dan peternakan yang meliputi penyalahgunaan antibiotik, deforestasi, dan alih guna lahan. Penyalahgunaan antibiotik dapat menyebabkan imunitas bakteri terhadap antibiotik sedangkan alih guna lahan dan deforestasi dapat menyebabkan erosi serta berkurangnya lahan subur.
  • Rusaknya ekosistem dapat disebabkan oleh pengambilan ikan berlebihan, deforestasi, penggunaan pukat harimau (trawlers), dan penambangan open pit.
  • Perubahan iklim yang disebabkan oleh peningkatan gas rumah kaca dapat mengurangi produktivitas pertanian, mengubah pola cuaca, dan mempengaruhi ekosistem.
  • Biaya penyimpanan limbah juga termasuk kedalam eksternalitas negatif. Penumpukan sampah pada tempat pembuangan akhir dapat menyebabkan polusi tanah dan air tanah, sedangkan penyimpanan limbah nuklir dapat membuat area tersebut berbahaya bagi makhluk hidup selama ribuan tahun.
  • Spam dalam penjualan meliputi pengiriman surat elektronik, pengiriman surat fisik, telefon, dan penjual jalanan yang membujuk kita untuk membeli produknya walaupun kita tidak mau. Hal ini menyebabkan dampak negatif dari segi kenyamanan bagi orang-orang yang ditarget sebagai konsumen.
  • Risiko sistemik ekonomi adalah risiko yang timbul ketika industri finansial, terutama perbankan mengambil risiko yang berlebih untuk mendapatkan keuntungan atau memenuhi target lainnya. Kegiatan mereka dapat mempengaruhi ekonomi dari segi suplai uang, oleh karena itu, industri perbankan harus diregulasi.
 

Eksternalitas Negatif Konsumsi

Eksternalitas Negatif Konsumsi
Ilustrasi Eksternalitas Negatif Konsumsi

Dapat dilihat pada grafik diatas bahwa social marginal benefits (SMB) lebih rendah dibandingkan dengan private marginal benefits (PMB). Oleh karena itu, orang-orang dapat mengkonsumsi barang lebih banyak (Q1) dibandingkan dengan jumlah idealnya (Q2).

Hal ini juga menyebabkan terjadinya deadweight loss pada segi welfare masyarakat umum. Inefisiensi ini disebabkan oleh over-konsumsi barang ber eksternalitas negatif.

Berikut ini adalah beberapa contoh eksternalitas negatif dari segi konsumsi

  • Polusi suara karena orang mendengarkan musik di malam hari, clubbing, atau karaoke dapat menyebabkan gangguan kenyamanan bagi penduduk sekitar.
  • Kekebalan antibiotik yang disebabkan oleh konsumsi antibiotik secara tidak teregulasi oleh orang-orang dapat merugikan masyarakat. Hal ini mengharuskan perusahaan menciptakan antibiotik yang lebih kuat dan masyarakat membeli antibiotik yang lebih mahal.
  • Perokok dapat menyebabkan gangguan pernafasan bagi orang-orang disekitarnya karena adanya asap. Selain itu, asap yang dihasilkan juga dapat menurunkan kenyamanan orang lain.
  • Kemacetan disebabkan oleh orang-orang yang menyetir secara tidak baik dan jumlah kendaraan yang terlalu banyak. Semakin banyak orang yang menggunakan jalan raya, semakin berkurang utilitas jalan raya tersebut untuk masing-masing orang.
  • Inflasi dan deflasi disebabkan oleh tren pengeluaran masyarakat.
 

Positif

Eksternalitas positif adalah aktivitas ekonomi yang menyebabkan dampak positif pada pihak ketiga. Sama seperti eksternalitas negatif, dampak ini dapat muncul saat tahap produksi, distribusi, atau konsumsi dari suatu produk/jasa. Eksternalitas positif dapat dilihat pula dari dua sisi, produksi dan konsumsi.

Eksternalitas Positif Produksi

Eksternalitas Positif dari Segi Produksi
Ilustrasi Eksternalitas Positif dari Segi Produksi

Dapat dilihat pada grafik diatas bahwa social cost yang dirasakan oleh masyarakat sekitar lebih besar dibandingkan dengan private cost yang dirasakan oleh perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan memproduksi lebih sedikit barang (market quantity) dibandingkan dengan nilai idealnya (socially optimal quantity).

Berikut ini adalah contoh-contoh eksternalitas positif dari segi produksi.

  • Peternakan lebah yang menyebabkan penyerbukan pada tumbuhan-tumbuhan disekitarnya
  • Pembangunan jaringan transportasi seperti jalan tol, pelabuhan, atau bandara akan meningkatkan aktivitas ekonomi disekitarnya karena meningkatkan aksesibilitas.
  • Perusahaan yang menyediakan pelatihan-pelatihan P3K dan keselamatan kerja. Pekerja yang sudah terdidik tersebut dapat mengajari anggota keluarganya dan teman terdekatnya. Pelatihan ini juga berguna bagi kehidupan diluar kerja, seperti saat kecelakaan.
  • Perusahaan yang meriset teknologi baru akan menyebabkan kompetitornya semakin tertantang untuk menemukan teknologi yang lebih canggih, sehingga meningkatkan laju inovasi. Selain itu, teknologi tersebut juga dapat meningkatkan produktivitas/utilitas dari sektor ekonomi yang dipengaruhinya.
 

Eksternalitas Positif Konsumsi

Ilustrasi Eksternalitas Positif dari Segi Konsumsi
Ilustrasi Eksternalitas Positif dari Segi Konsumsi

Dapat dilihat pada grafik diatas bahwa private marginal benefits lebih rendah dibandingkan dengan social marginal benefit. Oleh karena itu, orang-orang mengkonsumsi barang lebih sedikit (market quantity) dibandingkan dengan nilai idealnya (socially optimal quantity).

Hal ini menyebabkan inefisiensi dimana barang ber eksternalitas negatif tidak cukup banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Contoh-contoh eksternalitas dari segi konsumsi antara lain adalah

  • Seseorang yang menjaga keindahan rumah dan lingkungan sekitarnya dapat menyebabkan harga tanah wilayah tersebut meningkat. Sebuah dampak yang dirasakan penduduk lainnya, yang mungkin tidak terlalu peduli dengan keindahan rumah dan lingkungan.
  • Seseorang yang menerima vaksinasi terhadap suatu penyakit akan menurunkan kemungkinan orang-orang di lingkungannya terpapar penyakit tersebut, hal ini dinamakan herd immunity. Hal ini terjadi karena penyakit tidak dapat menyebar melalui individu yang sudah divaksin, sehingga, semakin banyak orang yang divaksin semakin kebal masyarakat terhadap suatu penyakit.
  • Seseorang yang mengenyam pendidikan tinggi dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam bentuk peningkatan produktivitas, penurunan angka pengangguran, dan peningkatan inovasi.
  • Pada daerah-daerah yang tidak dilayani oleh pemadam kebakaran pemerintah, orang yang menyewa jasa pemadam kebakaran swasta akan mengurangi risiko kebakaran di lingkungannya.
  • Semakin banyak yang membeli produk dengan jaringan seperti smartphone atau komputer, maka semakin bermanfaat juga produk tersebut. Bayangkan jika hanya kita yang memiliki telefon, kita tetap tidak dapat menelfon siapa-siapa, namun jika semua orang memiliki telefon, kita dapat langsung menghubungi semua orang dengan telefon yang kita miliki.
 

Inframarginal

Eksternalitas inframarginal adalah kondisi dimana tidak ada manfaat atau kerugian yang diderita oleh konsumen yang berada pada zona inframarginal. Namun, kerugian tetap dirasa oleh pengguna atau masyarakat yang berada pada kelompok inframarginal.

Contoh eksternalitas inframarginal adalah pendidikan tinggi. Misalnya pendidikan hanya bermanfaat kepada masyarakat hingga level S1 dan S2. Pada kasus ini, peningkatan pendidikan seseorang menuju level S3 tidak memiliki pengaruh apa-apa dari segi sosial.

Oleh karena itu, ketika orang tersebut mengambil S3, keuntungannya hanya dirasakan oleh dia sendiri, yaitu kelompok inframarginal. Masyarakat umum tidak merasakan penambahan manfaat jika dia mengambil S3 dibandingkan dengan gelarnya yang sekarang, yaitu S2.

 

Teknologi

Externalitas teknologi disebabkan oleh munculnya teknologi baru yang mengubah tren produksi. Oleh karena itu, secara tidak langsung eksternalitas teknologi dapat mempengaruhi karakteristik konsumsi masyarakat umum.

Contoh eksternalitas teknologi adalah ketika Henry Ford menemukan assembly line yang dapat memproduksi mobil secara massal, atau ketika perusahaan migas menemukan metode fracking sehingga meningkatkan produksi migas.

 

Posisional

Eksternalitas posisional terjadi ketika pembelian barang baru dapat mengubah perspektif penilaian suatu barang posisional. Barang posisional pada kasus ini adalah barang status seperti mobil, jam tangan, baju rapih, dan lainnya.

Contoh dari eksternalitas posisional adalah ketika kita sedang ingin melamar pekerjaan, semua orang yang ada disitu menggunakan baju polo sedangkan ada satu orang yang menggunakan jas.

Semua orang di ruangan itu akan terkesan tidak profesional dibandingkan dengan orang yang menggunakan jas, padahal kalau tidak ada orang yang menggunakan jas, mereka akan terlihat biasa-biasa saja.

 

Diagram Supply-Demand

Analisa fenomena eksternalitas dapat dilakukan dengan memanfaatkan grafik supply and demand. Dalam grafik ini terdapat tambahan garis yaitu private cost dan social cost.

Private cost/demand adalah biaya yang ditanggung oleh produsen atau pelaku ekonomi ketika melakukan konsumsi atau produksi barang/jasa tersebut.

Social cost/demand adalah biaya yang ditanggung oleh masyarakat umum ketika ada yang melakukan konsumsi atau produksi barang/jasa tertentu.

 

Biaya Eksternal (External Cost)

Biaya Eksternal dalam Eksternalitas
Ilustrasi Biaya Eksternal dalam Eksternalitas

Grafik diatas menunjukkan efek dari eksternalitas negatif. Contohnya adalah pabrik baja yang menjual produknya dalam pasar bebas. Pada pasar ini, tidak ada biaya tambahan bagi perusahaan yang menyebabkan social cost seperti polusi.

Oleh karena itu, private cost yang diemban oleh perusahaan tersebut lebih rendah dibandingkan dengan social cost sebenarnya yang disebabkan oleh produksi baja.

Tidak dihitungnya social cost dalam biaya produksi menyebabkan perusahaan dapat memproduksi baja dalam jumlah lebih banyak (Qp) daripada jumlah idealnya jika memperhitungkan social cost (Qs).

Oleh karena itu, pasar bebas yang tidak memiliki regulasi mengenai eksternalitas dianggap tidak efisien

 

Manfaat Eksternal (External Benefits)

Manfaat eksternal dalam eksternalitas
Manfaat Eksternal dalam Eksternalitas

Grafik diatas menunjukkan efek dari eksternalitas positif. Contohnya adalah perusahaan yang mensuplai vaksin pada pasar dengan persaingan sempurna. Pada pasar ini, tidak ada insentif khusus bagi perusahaan farmasi yang memproduksi obat-obatan.

Dapat dilihat bahwa manfaat sosial (social demand) lebih besar dibandingkan dengan manfaat pribadi (private demand). Artinya, produksi serta konsumsi vaksin memiliki manfaat terhadap masyarakat yang lebih besar dibandingkan dengan biaya yang dibayarkan oleh masyarakat.

Karena harga pasar tanpa insentif ini hanya memperhitungkan manfaat pribadi, jumlah barang yang diproduksi oleh perusahaan jauh lebih sedikit (Qp) dibandingkan dengan jumlah barang yang idealnya diproduksi (Qs).

 

Penyebab Eksternalitas

Eksternalitas umumnya disebabkan oleh pendefinisian property rights yang kurang jelas. Property rights sendiri didefinisikan sebagai hak kepemilikan terhadap suatu barang atau ide.

Property rights terhadap barang-barang seperti kendaraan, perusahaan, uang, tanah, dan rumah dapat dengan mudah dibuktikan oleh surat-surat kepemilikan, namun barang seperti binatang liar, udara, dan air tidak dapat diklaim kepemilikannya.

Oleh karena itu, banyak orang yang memanfaatkan barang-barang tersebut tanpa membayar biaya secara penuh terhadap masyarakat serta lingkungan yang dipengaruhinya. Hal ini akan menyebabkan eksternalitas negatif.

Eksternalitas positif juga disebabkan oleh lemahnya property rights. Seseorang yang divaksin cacar akan menciptakan suatu herd immunity terhadap penyakit cacar.

Namun, herd immunity tersebut tidak dapat ia miliki, sehingga insentif dia untuk melakukan vaksinasi lebih rendah dibandingkan dengan manfaat yang dia berikan terhadap masyarakat.

 

Solusi

Internalisasi Cost dan Benefit

Internalisasi dari dampak aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh perusahaan sangat penting dalam mengurangi eksternalitas. Ketika perusahaan yang memproduksi barang ber eksternalitas positif diberikan insentif, perusahaan tersebut akan mampu memproduksi lebih banyak barang. Begitu pula dengan perusahaan yang memproduksi barang ber eksternalitas negatif.

Internalisasi cost dan benefit ini dapat dilakukan dengan mengaplikasikan pajak pigouvian serta skema insentif. Pada dasarnya, kedua metode ini sama-sama bertujuan untuk meningkatkan eksternalitas positif dan mengurangi eksternalitas negatif.

Pajak Pigouvian

Pajak pigouvian adalah biaya yang dikenakan kepada perusahaan yang menghasilkan eksternalitas negatif pada masyarakat. Biaya yang dikenakan umumnya disetarakan dengan dampak dari eksternalitas tersebut.

Karena biaya produksinya meningkat, perusahaan tersebut terpaksa harus menaikkan harga produk atau mengurangi produksi. Ketika harga produk meningkat, permintaan produk akan turun. Baik penurunan produksi maupun penurunan permintaan merupakan hasil yang sama baik bagi masyarakat umum.

Contoh pajak pigouvian adalah pajak polusi, pajak carbon, pajak barang alkohol, pajak tembakau, pajak kendaraan boros bensin, dan pajak

Manfaat dari pajak pigouvian adalah meningkatkan pendapatan dari pemerintah. Karena pemerintah memiliki penghasilan tambahan, pemerintah dapat mengurangi pajak, memberikan insentif dalam bentuk subsidi, atau membantu perusahan ber eksternalitas positif.

Selain itu, tambahan pendapatan ini juga dapat digunakan untuk membangun pusat perekonomian sehingga menumbuhkan ekonomi nasional.

Namun, pajak pigouvian dapat mempengaruhi hubungan dagang dengan negara lainnya. Hal ini karena barang yang masuk dan keluar dari negara tersebut dapat dikenakan pajak ini, sehingga mempengaruhi insentif yang ada. Hal ini dapat mengurangi aktivitas perdagangan dan memperlambat pertumbuhan ekonomi.

 

Insentif Pemerintah

Pemerintah dapat memberikan insentif dalam bentuk subsidi, pengurangan pajak, atau regulasi yang menguntungkan perusahaan dengan eksternalitas positif.

Dengan adanya insentif ini, perusahaan dengan eksternalitas positif akan mampu memproduksi lebih banyak, sehingga masyarakat pun diuntungkan.

Contoh insentif pemerintah adalah subsidi pada pemasangan panel surya di Inggris dan Jerman. Kebijakan ini meningkatkan penjualan dari perusahaan panel surya serta menyebabkan puluhan ribu keluarga mengadopsi panel surya.

Tanpa adanya subsidi ini, konsumen tersebut mungkin masih akan menggunakan tenaga listrik batubara atau minyak bumi yang lebih murah namun memiliki eksternalitas negatif.

Contoh lain dari insentif ini adalah dengan mengurangi pajak kendaraan listrik serta memberikan skema cash back untuk pembelian kendaraan listrik.

Kebijakan ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses kendaraan listrik yang umumnya mahal dibandingkan kendaraan konvensional. Selain itu, pajak yang lebih rendah juga membuat mobil listrik lebih menarik bagi orang-orang yang mementingkan penghematan biaya berjalan (running cost).

Penggunaan kendaraan listrik akan mengurangi polusi di perkotaan sehingga meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Selain itu, kendaraan listrik juga tidak bising sehingga mengurangi polusi suara.

 

Kesadaran Konsumen

Selain intervensi pemerintah, kesadaran konsumen juga penting dalam mengurangi eksternalitas negatif dan menambah eksternalitas positif. Ketika konsumen sadar terhadap dampak dari produksi barang yang mereka beli, perusahaan yang menghasilkan eksternalitas negatif tinggi akan memiliki image yang lebih buruk di mata konsumen.

Ketika image suatu perusahaan sudah buruk, maka ada kemungkinan akan terjadi penurunan penjualan atau bahkan dilakukan boikot terhadap produknya. Hal ini terjadi lantaran konsumen merasa perusahaan tersebut merugikan masyarakat umum.

Contoh yang paling nyata dari pengurangan konsumsi dan boikot produk adalah pada produk yang mengandung minyak sawit asia tenggara.

Minyak sawit di asia tenggara mayoritas diproduksi oleh Malaysia dan Indonesia. Produksi minyak sawit ini identik dengan praktik deforestasi dan pembakaran hutan. Suatu praktik yang berbahaya karena mengurangi biodiversitas serta menghancurkan ekosistem lokal.

Untuk memaksa produsen minyak sawit berhenti membakar hutan, konsumen dan lembaga non-pemerintah melakukan aksi boikot produk dengan konten minyak sawit.

Dengan adanya konsekwensi ekonomi dari tindakannya, diharapkan perusahaan tersebut dapat mengambil langkah yang lebih bijak dalam menumbuhkan sawit.

 

Kritik

Banyak ahli ekonomi lingkungan mengkritik konsep eksternalitas karena kurangnya pendekatan secara menyeluruh serta pengintegrasian berbagai ilmu pengetahuan dalam penetapannya.

Intinya, konsep eksternalitas yang sekarang dianut oleh ahli ekonomi dirasa belum cukup memberikan penalti terhadap perusahaan yang menghasilkan eksternalitas negatif dan memberikan insentif kepada perusahaan yang menghasilkan eksternalitas positif.

Namun, konsep eksternalitas ini sudah dianggap sebagai langkah yang tepat dalam menjegal perusahaan-perusahaan yang merugikan masyarakat dan membantu perusahaan yang bermanfaat bagi masyarakat.

 

Referensi

Fort Lewis College, Externality

Wikipedia, Externality

Satu pemikiran pada “Pengertian, Dampak, serta Jenis-Jenis Eksternalitas”

Tinggalkan komentar