Cerita Fiksi: Pengertian, Ciri, Jenis, dan Strukturnya

Diposting pada

Ceria fiksi merupakan salah satu jenis cerita dalam ilmu sastra yang sangat populer di seluruh kalangan masyarakat. Kalian tentu pernah mendengar cerita ini bukan?

Nah, pada artikel kali ini, kita akan membahas secara lebih komprehensif apa itu cerita fiksi, ciri-cirinya, jenis-jenisnya, serta struktur penulisannya. Yuk kita belajar bersama!

Pengertian Cerita Fiksi

Pada dasarnya cerita fiksi adalah cerita yang memiliki unsur imajinasi atau khayalan tinggi. Jadi cerita ini tidak ada hubungannya dengan dunia nyata dan merupakan rekaan semata.

Intinya, selama sebuah cerita adalah rekaan dari penulis, maka mereka bisa digolongkan sebagai cerita berjenis fiksi.

Cerita fiksi tentu tetap bisa menggunakan konsep dunia nyata, tapi hal tersebut hanya sebagai pondasi. Tidak jarang kita melihat cerita jenis ini yang memborong konsep ataupun latar yang ada di dunia nyata.

Contoh saja cerita cinta Romeo dan Juliet. Cerita ini menggunakan konsep bangsawan yang memang ada di dunia nyata. Tapi cerita cinta antara tokoh Romeo dan Juliet merupakan rekayasa William Shakespeare. Kedua tokoh tersebut tidak benar – benar ada di dunia nyata.

Karena berupa fiksi dan khayalan dari penulis, alur dari cerita ini juga sangat bebas, tergantung kemauan dan juga keinginan dari penulis cerita. Meskipun begitu, terdapat beberapa ciri dan struktur yang umumnya diikuti seperti yang akan kita pelajari di bawah ini.

&nsbp;

Ciri Khas Cerita Fiksi

Ciri-ciri cerita fiksi

Banyak orang sering bingung membandingkan cerita fiksi dengan cerita imajinasi lainnya. Mungkin karena unsur-unsur nya cukup mirip ya, semuanya berbasiskan imajinasi dan fantasi dari penulis itu sendiri.

Jika Anda bingung, cukup gunakan patokan ciri-ciri di bawah ini sebagai alat identifikasi:

  • Bersifat rekaan atau tidak memiliki hubungan sama sekali dengan kejadian di dunia nyata.
  • Informasi dalam fiksi tidak harus mutlak benar dan sesuai dengan dunia nyata
  • Memiliki gaya bahasa konotatif atau makna-makna tersirat
  • Lebih menarget emosi para pembaca dibandingkan logika.
  • Lebih ditujukan untuk aspek hiburan walaupun dapat mengandung pembelajaran dan pesan moral
  • Tidak ada sistematika baku yang harus diikuti, sistematika penulisannya menyesuaikan tujuan penulis

Selama sebuah cerita memiliki ciri-ciri seperti yang disebutkan di atas, mereka cerita tersebut tergolong sebagai cerita fiksi. Tidak peduli bahwa mereka bisa diidentifikasi sebagai golongan cerita lain, yang jelas mereka adalah bagian dari fiksi.

Contoh saja cerita tentang superhero Marvel. Dari sudut pandang banyak orang cerita tersebut adalah cerita aksi, fantasi ataupun super hero.

Tapi karena ciri-cirinya masuk klasifikasi yang dijelaskan di atas, cerita tersebut bisa juga digolongkan sebagai fiksi.

 

Jenis Cerita Fiksi Beserta Contohnya

Jenis cerita fiksi

Cerita fiksi sendiri ada banyak jenisnya. Jenis ini dibedakan dari bentuk cerita dan juga isi dari cerita. Berikut ini adalah beberapa jenis cerita fiksi yang sering kita lihat

  • Novel
  • Cerpen
  • Cerbung
  • Fiksi urban
  • Fantasi
  • Sci-Fi
  • Roman
  • Dongeng

Agar lebih jelas, dibawah ini kita akan coba untuk bahas satu per satu dengan menyebutkan contohnya

Novel

Bentuk fiksi yang satu ini biasanya berupa buku dengan banyak halaman dan alur cerita yang cukup panjang. Cerita dalam novel bisa bersambung ke buku lain ataupun tamat dalam satu buku.

Jenis novel sendiri identik dengan ceritanya yang panjang dan bersambung-sambung sehingga harus dibukukan. Bahkan, bukunya juga bisa bersambung-sambung pula. Contoh dari jenis ini yang cukup dikenal adalah Harry Potter dan seri Da Vinci Code.

 

Cerita Pendek (Cerpen)

Cerita jenis ini merupakan fiksi yang berukuran pendek. Pendek di sini bisa diartikan sebagai beberapa puluh paragraph dan biasanya tidak bisa dibukukan.

Walaupun cerita tersebut mencapai 3 sampai 5 halaman, konten cerita tentu tetap tidak bisa menjadi buku karena tidak cukup panjang. Namun, kumpulan cerpen dapat digabungkan menjadi suatu buku. Contoh cerpen yang cukup dikenal adalah Piala Untuk Riska.

 

Cerita Bersambung (Cerbung)

Cerbung adalah salah satu bentuk lain cerpen yang memiliki cerita bersambung terus menerus. Awalnya, cerbung ini sering muncul di majalah-majalah ataupun koran terbitan harian ataupun mingguan.

Sekarang cerbung lebih populer di internet dan disebarkan dalam bentuk web novel ataupun serial lainnya. Contoh cerbung yang sekarang sudah tamat adalah King’s Avatar, web novel ini berasal dari China dan sudah cukup terkenal.

Contoh lainnya adalah cerita-cerita yang kerap kita baca di Wattpad dan Line Webtoon. Namun, konsep webtoon ini agak berbeda karena merupakan visualisasi novel dalam bentuk komik, sehingga lebih tepat disebut komik sambung

 

Roman

Fiksi roman adalah cerita yang berupa imajinasi tentang cinta. Biasanya berhubungan dengan interaksi antara protagonis dan pasangan cinta mereka.

Konflik yang dihadapi juga berhubungan dengan interaksi mereka seputar cinta. Bisa hal seperti selingkuh, rival cinta dan cinta di larang oleh orang tua. Contoh cerita fiksi roman yang cukup dikenal adalah Si Dul Anak Jakarta.

 

Urban

Cerita fiksi urban adalah cerita imajinasi yang melibatkan kehidupan sehari – hari tapi dengan interaksi diluar kenyataan atau bersifat fantasi.

Contoh yang cukup populer dari cerita urban adalah Animorph. Pada Animorph, cerita membahas sekelompok anak remaja yang mendapatkan kekuatan berubah menjadi hewan.

Dalam cerita ini mereka menjalani hidup biasa dengan kekuatan ini. Konflik muncul dari bagaimana kekuatan tersebut berinteraksi dengan realitas. Bagaimana pemerintah bereaksi dengan kekuatan itu? Bagaimana dengan hubungan orang tua dan guru? Apa penyebab kekuatan tersebut muncul?

Hal diatas membuat cerita jadi menarik walau hanya menambah kekuatan berubah jadi hewan pada cerita kehidupan anak remaja. Hal yang sama dapat dikatakan pada menambahkan vampir atau kelompok rahasia pada latar kehidupan sehari-hari.

 

Fantasy

Fiksi jenis ini merupakan genre cerita yang melibatkan unsur mistis dan sihir. Selama cerita membahas dunia imaginasi dengan unsur ini, cerita tersebut tergolong sebagai cerita fantasi. Contoh yang populer dari genre ini adalah Lord of The Ring dan Game of Thrones.

 

Sci-Fi

Jenis fiksi ini menggunakan konsep futuristis, teknologi dan pseudoscience. Biasanya cerita fiksi jenis ini menggunakan logika saintifik dan imajinasi tentang perkembangan teknologi sebagai dasar ceritanya.

Meskipun berbasis sains dan ilmu pengetahuan, terkadang konsep-konsep fisika tidak diindahkan demi meningkatkan ketegangan dan keseruan dari cerita. Contoh yang cukup dikenal dalam lingkup fiksi sci-fi adalah Robocop, Star Trek, dan Star Wars.

 

Dongeng

Dongeng merupakan cerita khayalan yang tidak benar-benar terjadi dan memiliki tujuan utama untuk menghibur atau menanamkan nilai pendidikan/moral tertentu.

Terdapat berbagai macam jenis dongeng dengan karakteristik dan ciri khas masing-masing. Beberapa jenis dongeng yang cukup terkenal adalah fabel, sage, legenda, mitos, parabel, hikayat, dan dongeng orang pandir.

Contoh dongeng yang cukup terkenal adalah Timun Mas, si kancil, 3 little pigs, bawang putih dan bawang merah, serta buto ijo.

 

Unsur dalam Cerita Fiksi

Unsur dalam cerita fiksi

Seperti karya sastra pada umumnya, sebuah cerita fiksi memiliki 2 unsur utama yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Sekarang, kita akan mencoba untuk membahas lebih lanjut mengenai kedua jenis unsur ini.

Unsur intristik

Unsur intrisik adalah unsur-unsur yang ada dalam batang tubuh karya sastra dan mempengaruhi secara langsung cerita tersebut.

Unsur  intrisik cerita fiksi terdiri dari: tema, tokoh, alur,konflik, klimaks, latar, amanat dan sudut pandang.

Unsur Ekstrinsik

Unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur yang berasal dari luar cerita namun dapat mempengaruhi secara tidak langsung jalan cerita.

Unsur ekstrisik dapat berupa subjektivitas penulis , keyakinan penulis, pandangan hidup, psikologi, pandangan hidup suatu bangsa dann berbagai karya seni lain.

 

Kaidah Kebahasaan Cerita Fiksi

Terdapat beberapa kaidah kebahasaan yang perlu diperhatikan dalam menyusun suatu cerita fiksi, yaitu:

Metafora pada dasarnya adalah perumpaan yang digunakan untuk membandingkan sebuah benda dengan dasar sifat yang sama

Metonimia pada dasarnya adalah sebuah gaya bahasa yang digunakan untuk mengganti suatu kata dengan kata yang memiliki makna mirip namun jauh lebih dikenal oleh masyarakat.

Simile maksudnya adalah menggunakan kata yang menggambaran persamaan antara dua objek atau fenomena. Contoh penerapannya adalah dengan menggunakan layaknya, selayaknya, bagaikan

 

Struktur Cerita Fiksi

Struktur cerita fiksi

Dalam setiap cerita fiksi pasti ada beberapa unsur-unsur tertentu yang lazimnya dimasukkan. Berikut ini adalah beberapa bagian umum yang kerap diletakkan dalam cerita fiksi

  • Orientasi
  • Komplikasi
  • Evaluasi
  • Resolusi
  • Reorientasi.

Urutan tersebut menjadi bentuk umum dari kebanyakan struktur cerita jenis fiksi.

Sekarang ini, bentukan umum ini sudah banyak berubah. Sekarang banyak penulis mencoba mengubah rumus struktur ini untuk menghasilkan cerita yang lebih menarik.

Walaupun begitu, bagi Anda yang ingin belajar membuat cerita jenis fiksi, Anda harus belajar soal bentuk struktur umum ini.

Berikut adalah penjelasan secara lebih detail untuk masing-masing unsur struktur tersebut

Abstrak

Walaupun bukan bagian dari struktur inti, abstrak biasanya digunakan untuk memperkenalkan cerita secara singkat. Abstrak contohnya adalah deskripsi cerita singkat di belakang novel.

Jika pembaca tertarik dengan abstrak, mereka pasti tertarik membaca cerita secara keseluruhan. Abstrak berisikan deskripsi singkat dari cerita dan plot pointnya.

Agar dapat menjadi rangkuman dan menggambarkan cerita tersebut, perlu dipastikan abstrak mengandung cerita inti tapi dijelaskan secara singkat untuk menarik pembaca.

 

Orientasi

Bagian orientasi merupakan bagian awal dari cerita fiksi. Di dalamnya, penulis berusaha menjelaskan setting, karakter, tema dan dunia yang ada dalam cerita Anda.

Inti dari kolom orientasi adalah bagaimana penulis berusaha untuk memperkenalkan latar cerita dan tokoh-tokohnya serta alur cerita pada pembaca cerita.

 

Komplikasi

Pada bagian komplikasi, penulis berusaha mengembangkan cerita dengan memperkenalkan bibit-bibit masalah yang akan menjadi klimaks kedepannya.

Masalah ini bisa muncul dari interaksi antar tokoh, interaksi tokoh dengan lingkungan di sekitar dunia tersebut ataupun bertemu dengan bencana atau tragedi.

 

Evaluasi

Bagian ini merupakan tempat penulis menceritakan bagaimana tokoh menghadapi masalah-masalah yang dihadapi. Bagian ini bisa panjang atau pendek sesuai dengan kebutuhan cerita anda.

Dalam cerita, di sini merupakan tempat penulis meletakan plot dan kejadian-kejadian penting untuk mendorong terjadinya klimaks.

 

Resolusi

Di bagian ini, penulis berusaha membuat tokoh menyelesaikan masalah yang ada. Banyak orang meletakan klimaks pada bagian ini atau sebelum bagian ini.

Penyelesaian masalah bisa nantinya menjadi final ataupun diteruskan menjadi cerita berkelanjutan jika ternyata penyelesaian tersebut belum selesai atau justru menghasilkan masalah lainnya.

 

Reorientasi

Jika memutuskan melanjutkan cerita walaupun telah mencapai klimaks, penulis perlu menggunakan reorientasi. Di sini penulis akan memperkenalkan unsur-unsur cerita baru.

Banyak orang menggunakan bagian ini sebagai orientasi untuk membuat komplikasi, evaluasi dan resolusi lanjutan cerita berikutnya.

Sekian bahasan tentang cerita fiksi dan apa-apa saja yang harus kalian pahami terkait jenis cerita ini.

Mudah-mudahan bahasan di atas bisa membantu Anda mengerti lebih banyak tentang jenis cerita yang satu ini. Terima kasih sudah membaca artikel ini!

Iqbal Hakim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *