14 Definisi Kota Menurut Para Ahli

https://images.pexels.com/photos/356830/pexels-photo-356830.jpeg?auto=compress&cs=tinysrgb&h=650&w=940

Ketika sedang belajar mengenai perkotaan, kita kerap diminta untuk mengingat bahkan menghafalkan definisi kota menurut para ahli oleh guru kita.

Selain untuk meningkatkan pemahaman, mengetahui dan memahami definisi juga dapat membantu kita untuk mengerti apa yang sebenarnya kita pelajari.

Oleh karena itu, di bawah ini adalah 14 definisi kota menurut ahli dan lembaga terkemuka yang dapat dijadikan acuan belajar.

 

Definisi Kota Menurut Ahli

1. Menurut Perserikatan Bangsa Bangsa kota adalah tempat dimana konsentrasi penduduk lebih padat dari wilayah sekitarnya karena terjadinya pemusatan kegiatan fungsional yang berkaitan dengan kegiatan atau aktivitas penduduknya.

2. Menurut Permendagri 2 tahun 1987 kota merupakan pusat permukiman dan kegiatan penduduk yang mempunyai batasan wilayah administrasi yang diatur dalam peraturan perundangan, serta permukiman yang telah memperlihatkan watak dan ciri kehidupan perkotaan.

3. Menurut Permendagri No.4 Tahun 1980 kota adalah suatu wadah yang memiliki batasan administrasi wilayah seperti kotamadya dan kota administratif. Kota juga berarti suatu lingkungan kehidupan perkotaan yang mempunyai ciri non agraris.

4. Menurut Bintarto, kota diartikan sebagai suatu sistim jaringan kehidupan yang ditandai dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan diwarnai dengan strata ekonomi yang heterogen dan bercorak materialistis. Masyarakat kota terdiri atas penduduk asli daerah tersebut dan pendatang.

5. Menurut UU No.22 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah, kota adalah kawasan yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi.

6. Menurut Louis Wirth, kota adalah pemukiman yang berpenduduk relatif besar dengan kepadatan tinggi, memiliki luas area terbatas, serta pada umumnya bersifat non-agraris.

7. Menurut Jorge E. Hardoy, suatu pemukiman dapat disebut kota jika

  • Ukuran dan Jumlah penduduk besar terhadap masa dan tempat
  • Bersifat permanen
  • Memiliki fungsi perkotaan minimum yaitu sebuah pasar, pusat administrasi, pusat militer, pusat keagamaan, dan pusat intelektualitas.
  • Heterogenitas masyarakat
  • Pusat pelayanan bagi lingkungan setempat (hinterland)
  • Tempat dimana masyarakat tinggal dan atau bekerja
  • Pusat kegiatan dan interaksi ekonomi

8. Menurut Max Weber, kota adalah tempat yang penghuninya dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya di pasar lokal. Ciri kota adalah adanya pasar sebagai benteng serta memiliki sistem hukum tersendiri

9. Ir Sutami menyatakan bahwa kota adalah tempat koldip (Koleksi, distribusi, dan produksi)

10. Amos Rappoport membagi definisi kota menjadi dua, yaitu klasik dan modern.

  • Klasik Kota adalah suatu pemukiman yang relatif besar, padat, dan permanen, terdiri dari kelompok individu-individu yang heterogen dari segi sosial
  • Modern Kota adalah suatu permukiman yang dirumuskan bukan dari ciri morfologi kota tetapi dari suatu fungsi yang menciptakan ruang-ruang efektif melalui pengorganisasian ruang dan hierarki tertentu

11. Menurut Alan S. Burger, kota adalah suatu permukiman yang permanen dengan penduduk heterogen. Kota juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang terintegrasi membentuk suatu sistem sosial.

12. National Urban Development Strategy mendefinisikan kota sebagai pusat pelayanan, kegiatan produksi, distribusi, dan jasa yang mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitarnya.

13. Menurut John Brickerhoff Jackson, kota adalah suatu tempat tinggal manusia yang merupakan manifestasi dari perencanaan dan perancangan yang dipenuhi oleh berbagai unsur seperti bangunan, jalan, dan ruang terbuka hijau.

14. Djoko Sujarto mengartikan kota sebagai pemukiman yang memiliki karakteristik berikut

  • Demografis: Pemusatan penduduk tinggi dengan kepadatan yang lebih tinggi   dibandingkan dengan daerah sekitarnya
  • Sosiologis: Adanya sifat heterogen yang melingkupi kehidupan sosial masyarakat
  • Ekonomi: Adanya proporsi lapangan pekerjaan yang dominan di sektor non pertanian seperti industri, perdagangan, pelayanan, dan transportasi
  • Fisik: Didominasi wilayah terbangun dan struktur binaan
  • Administrasi: Memiliki wilayah wewenang yang dibatasi dan ditetapkan oleh peraturan yang berlaku
 

Kesimpulan

Ternyata definisi kota dari para ahli cukup banyak ya, cukup sulit menghafalkan mereka semua.

Namun jika kita cermati, semua definisi tersebut dapat dirangkum menjadi satu definisi umum mengenai perkotaan yaitu

Sebuah wilayah yang menjadi pusat aktivitas wilayah, memiliki banyak penduduk dengan kepadatan tinggi, memiliki sifat penduduk yang heterogen dan memiliki wilayah wewenang yang terbatas oleh suatu peraturan atau konvensi”

Terkadang kita bertanya-tanya, mengapa di definisi kota sering kali tercantum pernyataan “Mayoritas aktivitas ekonomi non-agraris”, padahal sebenarnya banyak kota yang cukup menggantungkan dirinya pada aktivitas-aktivitas yang dianggap agraris, contohnya Malang.

Ternyata agraris yang dimaksud disini adalah pertanian tanpa diolah.

Ketika hasil pertanian sudah diolah menjadi setengah jadi atau bahkan menjadi barang jadi seperti makanan kaleng dan susu kemasan, ia sudah berubah menjadi sektor manufaktur, yaitu industri pertanian.

Tinggalkan komentar