10 Negara Termiskin di Dunia: Hidup Dengan $1 per Hari

Diposting pada

Negara termiskin di dunia merupakan istilah untuk negara yang dianggap memiliki kekayaan atau kesejahteraan paling rendah dibandingkan dengan negara lainnya. Tapi, bagaimana cara kita tahu kekayaan suatu negara?

Umumnya, kekayaan dan kesejahteraan suatu negara diukur dengan menggunakan Gross Domestic Product (GDP) atau dikenal sebagai produk domestik bruto (PDB) di Indonesia. PDB merupakan jumlah akhir semua produk yang dihasilkan oleh suatu negara, semakin besar nilai produk yang dihasilkan, semakin besar pula PDB negara tersebut.

Namun, kali ini kita akan menggunakan PDB PPP atau purchasing power parity. PPP melakukan pembobotan pada PDB tiap negara, sesuai dengan kemampuan membeli dari nilai uang tersebut. Tentu saja harga sebuah burger di Indonesia berbeda dengan di Amerika, oleh karena itu, nilai $1 pun akan berbeda di tiap negara, aspek inilah yang dibobotkan oleh PPP.

Berikut ini adalah 10 negara termiskin di dunia jika dihitung menggunakan pendekatan purchasing power parity.

10. Sierra Leone ($1.690/Capita)

Sierra Leone memiliki sumber daya alam berlian yang melimpah, hingga dikenal sebagai blood diamond

Sierra Leone adalah negara kecil yang terletak di Afrika Barat. Negara ini merupakan negara termiskin di dunia peringkat ke sepuluh, dengan pendapatan per kapita sebesar $1.690. Saat ini, hampir setengah dari jumlah penduduk Sierra Leone tinggal dibawah garis kemiskinan.

Negara ini hampir hancur akibat perang saudara yang terjadi antara tahun 1991 hingga 2002. Perang ini memperebutkan industri berlian yang sangat menguntungkan di Sierra Leone. Pada perang ini, banyak rumah dan kota-kota yang hancur, baik itu dibakar ataupun terkena bom.

Meskipun perang saudara tersebut telah lama berakhir, masyarakat Sierra Leone masih merasakan dampaknya. Biaya untuk membangun ulang negara mereka tidaklah murah, selain itu, banyak generasi unggul yang pindah ke luar negri karena merasa terancam, sebuah fenomena brain drain. Bahkan, mayoritas golongan muda Sierra Leone tidak mampu menyelesaikan sekolah menengah.

 

9. Sudan Selatan ($1.602/Capita)

Sudah Selatan merupakan negara termuda di dunia, negara ini baru merdeka pada bulan Juli tahun 2011
Sudah Selatan merupakan negara termuda di dunia, negara ini baru merdeka pada bulan Juli tahun 2011

Sudan Selatan adalah negara terbaru di dunia, negara ini baru merdeka pada bulan Juli tahun 2011. Negara baru ini juga merupakan salah satu negara termiskin di dunia, dengan pendapatan per kapita PPP sebesar $1.602. Jika kita menghitung menggunakan nilai nominal saja, maka Sudan Selatan merupakan negara termiskin di dunia, untungnya, harga produk di negara mereka sangat murah, sehingga PPP nya lebih tinggi.

Infrastruktur Sudan Selatan sangat buruk, bahkan salah satu diantara yang terburuk di dunia. Hal ini, seperti yang sudah kita ketahui, memiliki dampak negatif pada perkembangan ekonomi suatu negara dan dapat menimbulkan kemiskinan. Bahkan, menurut UNDP, 80% masyarakat Sudan hidup dengan pendapatan dibawah $1 per harinya.

 

8. Liberia ($1.414/Capita)

Liberia merupakan negara Republik tertua di benua Afrika
Liberia merupakan negara Republik tertua di benua Afrika

Republik tertua di Afrika ini juga merupakan salah satu negara yang paling miskin di dunia. Meskipun Liberia telah merasakan kedamaian sejak perang saudaranya berakhir pada tahun 2003, pemerintah yang berkuasa masih gagal untuk menyelesaikan masalah-masalah penghambat pertumbuhan.

Negara berpenduduk 4,7 juta jiwa ini juga masih mencoba bangkit dari kejatuhan harga komoditas dan wabah ebola yang meruntuhkan ekonomi Liberia. Namun, sepertinya kondisi perekonomian Liberia akan segera berubah.

Dibawah kepemimpinan George Weah, salah satu pesepakbola terbaik di dunia pada masanya, Liberia mulai berfokus pada penciptaan lapangan kerja, pembangunan infrastruktur, dan pengembangan sumber daya manusia. Menurut IMF, perekonomian Liberia memiliki potensi tumbuh yang sangat besar.

 

7. Mozambique ($1.303/Capita)

Mozambique memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi negara kaya di Afrika
Mozambique memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi negara kaya di Afrika

Negara bekas jajahan Portugal ini memiliki lahan subur yang luas, air yang banyak, serta sumber daya alam yang melimpah. Bahkan, Mozambique baru saja menemukan ladang gas alam lepas pantai yang dapat menambah lebih dari $40 milyar kepada perekonomiannya pada tahun 2035.

Negara ini juga memiliki lokasi geografis yang sangat strategis, dimana negara tetangganya landlocked dan harus memanfaatkan pelabuhan Mozambique untuk berdagang dengan negara lain. Keunggulan-keunggulan ini mampu membuat perekonomian Mozambique melesat jauh, dengan pertumbuhan rata rata 5% pada tahun terakhir.

Namun, negara ini masih menjadi salah satu negara termiskin di dunia. Semenjak perang saudara yang berakhir pada tahun 1992, Mozambique masih mengalami ketidakstabilan politik, korupsi yang sangat parah, dan kondisi iklim yang sulit untuk dimitigasi. Jika kondisi ini terus terjadi, banyak yang memprediksi bahwa Mozambique akan tetap miskin meski memiliki sumber daya yang sangat banyak.

 

6. Malawi ($1.240/Capita)

Meskipun salah satu negara termiskin di dunia, perekonomian Malawi sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan
Meskipun salah satu negara termiskin di dunia, perekonomian Malawi sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan

Malawi merupakan negara landlocked dengan penduduk 16 juta jiwa yang terletak di pojok tenggara benua Afrika. Sekitar 85% penduduk negara ini tinggal di daerah pedesaan dan berprofesi sebagai petani subsisten. Ekonomi negara ini pun sangat rentan, sehingga memiliki ketergantungan yang tinggi pada bantuan luar negri.

Namun, pada tahun 2000, IMF menghentikan pemberian bantuan kepada Malawi karena terdapat indikasi korupsi dan penyalahgunaan dana oleh pemerintah. Menghadapi kondisi ekonomi yang memburuk, presiden Joyce Banda menjual pesawat jet kepresidenan dan mobil-mobil mewah untuk membiayai program pertanian dan pembangunan negaranya.

Meskipun begitu, Malawi sekarang sudah memiliki pemerintahan demokratis yang cukup baik. Didorong oleh bantuan dari IMF dan World Bank, perekonomian Malawi sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dan standar kehidupan masyarakatnya pun sudah mulai meningkat.

 

5. Niger ($1.106/Capita)

Sebagian besar negara Niger merupakan gurun pasir sehingga sulit untuk bercocok tanam
Sebagian besar negara Niger merupakan gurun pasir sehingga sulit untuk bercocok tanam

Niger merupakan negara terbesar di Afrika Barat, namun, sebagian besar negaranya ditutupi oleh gurun Sahara, sehingga wilayah untuk bertani dan bermukim bagi warganya tidak banyak. Niger juga merupakan negara yang landlocked artinya, dia tidak memiliki pantai dan dikelilingi oleh daratan.

Negara ini relatif miskin sumber daya alam, sehingga tidak bisa bergantung kepada ekspor barang mentah untuk mendorong perekonomiannya. Niger juga merupakan salah satu negara dengan curah hujan rendah, 20% luas negara yang tidak ditutupi oleh gurun Sahara juga sering mengalami kemarau berkepanjangan.

Perubahan iklim semakin memperparah kondisi negara ini. Curah hujan semakin sedikit dan tidak dapat diprediksi, gurun Sahara meluas, tanah-tanah kehilangan kesuburannya, dan air tanah menjadi asin karena proses salinisasi.

 

4. Eritrea ($1.060/Capita)

Eritrea merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat di Afrika
Eritrea merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat di Afrika

Eritrea merupakan negara yang terletak di horn of Africa, yaitu benua Afrika bagian timur. Negara dengan garis pantai sangat panjang di laut merah ini memiliki penduduk sebanyak 5,7 juta jiwa. Namun, dengan PDB per kapita sebesar $1.060, Eritrea merupakan negara termiskin ke 4 di dunia.

Eritrea memiliki perekonomian yang didominasi oleh industri primer seperti pertanian dan pertambangan. Tercatat, hampir 80% penduduk Eritrea berprofesi sebagai petani atau buruh tani. Ekspor utama negara ini adalah emas, tembaga, dan produk kopi, semuanya barang mentah yang belum diolah agar terdapat penambahan nilai.

Perang dengan Ethiopia sangat merusak perekonomian Eritrea. Pada tahun 1999, pertumbuhan PDB negara ini turun hingga dibawah 1%, pada tahun 2000, perang ini menyebabkan kerugian material sebesar $600 juta, dalam ebntuk rumah yang hancur dan fasilitas publik yang dijarah.

Meskipun begitu, perekonomian Eritrea sekarang merupakan salah satu yang paling cepat tumbuh di Afrika. Dengan pertumbuhan PDB sebesar 7,5% pada tahun 2012, Eritrea dapat beranjak menjadi negara berkembang jika negara ini dapat mempertahankan pertumbuhannya. Pertumbuhan ekonomi ini didorong oleh dibukanya tambang emas di Bisha dan pabrik semen baru di Massawa.

 

3. Republik Demokratis Congo ($849/Capita)

Republik Demokratik Congo aslinya adalah negara yang sangat kaya
Republik Demokratik Congo aslinya adalah negara yang sangat kaya

Sejak mendapatkan kemerdekaannya dari Belgium pada tahun 1960, kehidupan Republik Demokratis Congo dipenuhi oleh diktator, ketidakstabilan politik, dan kekerasan. Kini, negara ini siap untuk mulai dari awal dan membangun kesejahteraan negaranya.

Saat ini, lebih dari 60% penduduk Republik Demokratis Congo hidup dengan pendapatan dibawah $2 per harinya. Selain itu, perang dan kekerasan selama bertahun-tahun telah membuat banyak masyarakatnya mengalami malnutrisi.

Namun, Republik Demokratik Congo merupakan negara yang sangat kaya. Dengan lebih dari 80 juta hektar tanah subur dan berbagai macam sumber daya alam yang ada di bawah permukaannya, negara ini berpotensi untuk menjadi salah satu negara terkaya di Afrika.

 

2. Republik Afrika Tengah/Central African Republic ($823/Capita)

Republik Afrika Tengah masih mencoba bangkit dari konflik antar kelompok Katolik yang menjadi mayoritas, dan Muslim yang menjadi minoritas
Negara ini masih mencoba bangkit dari konflik antar kelompok Katolik yang menjadi mayoritas, dan Muslim yang menjadi minoritas

Kaya akan sumber daya emas, uranium, dan berlian, Republik Afrika Tengah merupakan negara yang sangat kaya namun ditinggali oleh orang-orang yang sangat miskin. Meskipun begitu, negara berpenduduk 4,7 juta jiwa ini sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kemajuan. Sekarang, dia naik ke peringkat 2 negara termiskin di dunia.

Pada tahun 2016, republik ini memilih presiden pertamanya secara demokratis semenjak merdeka dari Prancis pada tahun 1960. Pemilihan ini dinilai sebagai langkah pertama bagi Republik Afrika Tengah untuk memulai upaya rekonstruksi dan pengembangan negaranya.

Kini, perekonomian negara ini sudah mulai berkembang, didorong oleh sektor perhutanan, pertanian, dan pertambangan yang tumbuh secara pesat. Republik Afrika Tengah juga sudah mulai kembali menjual berlian-nya di pasar global, setelah terkena embargo internasional semenjak tahun 2013 karena terbukti mendanai kelompok terror.

 

1. Burundi ($727/Capita)

Burundi merupakan negara termiskin di dunia jika dihitung berdasarkan purchasing power parity
Burundi merupakan negara termiskin di dunia jika dihitung berdasarkan purchasing power parity

Burundi merupakan negara kecil yang terletak di daerah Great Lakes Afrika. Negara landlocked ini juga merupakan negara termiskin di dunia dengan PDB per kapita sebesar $727. Mayoritas penduduknya bergantung pada pertanian subsisten di daerah sekitar Great Lakes untuk bertahan hidup.

Burundi memiliki sejarah kelam yang dipenuhi oleh konflik sosial, perang saudara, dan perang etnis. Masalah-masalah tersebut senantiasa menghambat perkembangan ekonomi dan sosial negara ini. Menurut data IMF, lebih dari 80% warga negara Burundi hidup dibawah garis kemiskinan. Oleh karena itu, Burundi merupakan negara termiskin di dunia.

 

Referensi

International Monetary Fund, World Economic Outlook October 2019

Iqbal Hakim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *